11 April 2026

Berkunjung ke Masjid Agung Sunda Kelapa yang Bersejarah di Menteng

 




Warga yang biasa melintas di Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat tentu sudah familiar dengan Masjid Agung Sunda Kelapa. Selain dikenal megah, masjid yang dibangun sejak 1967, tepatnya pada era Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin ini juga memiliki sejarah dan konsep bangunan sangat unik.

Ide pembangunan tempat ibadah ini dimulai pada 1950 saat warga Muslim di Menteng ingin membangun masjid secara swadaya.Barulah memasuki era 1967, warga mengajukan pembangunan masjid kepada Gubernur Ali Sadikin. Pengajuannya pun disambut baik,
Singkat cerita, pada era tersebut, Masjid Agung Sunda Kelapa dibangun di atas lahan seluas 9.920 meter persegi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pada 1968 mulai dilakukan peletakan batu pertama dengan anggaran swadaya warga.

Masjid kemudian rampung dan diresmikan Gubernur Ali Sadikin pada 31 Maret 1971 dan dibuka untuk umum sehari setelahnya.
dalam pembangunannya, desain interior dan eksterior Masjid Agung Sunda Kelapa melibatkan arsitek ternama, Ir. Gustaf Abbas yang juga mendesain Masjid Salman di Jalan Ganesha, Bandung, Jawa Barat.

Desain Gustaf ketika itu mematahkan ciri khas desain masjid-masjid pada umumnya di Indonesia yang identik dengan bangunan kubah dan tiang penyangga ala Timur Tengah. Masjid Agung Sunda Kelapa dibangun lebih modern pada masanya dengan simbol yang fleksibel dan tidak kaku. 

Menariknya Gustaf membuat atap masjid dengan desain melengkung seperti kapal. Ini menjadikan masjid memiliki makna lain untuk mengingatkan kita bahwa letak masjid juga dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Secara filosofi, Masjid Agung Sunda Kelapa seperti pelabuhan bagi manusia-manusia yang tengah melakukan perjalanan menuju ke tujuan akhir menghadap Allah SWT. Biasanya dalam perjalanan mereka akan kehabisan logistik dan berlabuh. 
Upaya masjid ini menjadi lebih inklusif dan ramah penyandang disabilitas terllhat dari fasilitas masuk masjid dengan jalur kursi Rodan Dan lift memungkinkan penyandang disabilitas untuk mudah dalam aktifitas beribadah didalam masjid.



Jejak Sejarah Masjid Cut Meutia, Warisan Colonial Bekas Biro Arsitek

 


Ketika pergi ke Stasiun Gondangdia, tentu sudah tak asing lagi dengan masjid yang ada di dekatnya yaitu Masjid Cut Meutia. Masjid yang satu ini memiliki sejarah unik karena dulunya merupakan kantor biro arsitek dan juga pengembang kawasan Nieuw Gondangdia atau kini dikenal dengan Menteng.

Masjid yang terletak di Jalan Cut Meutia Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat ini memiliki bangunan yang masih sama persis seperti baru dibangun. Bangunan peninggalan era kolonial Belanda ini selesai dibangun pada 1912 dan dirancang oleh arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen atau PAJ Moojen yang juga merancang kawasan Menteng.Pada saat awal berdiri, gedung ini digunakan sebagai kantor biro arsitek dan pengembang kawasan Nieuw Gondangdia, Naamloze Vennootschap de Bouwploeg (NV de Bouwploeg). Kala itu, kawasan tersebut dirancang untuk dijadikan area perumahan.

Dari awal pendirian, gedung ini sempat beberapa kali beralih fungsi, beberapa di antaranya kantor Provinciale Waterstaat atau departemen yang mengurus irigasi dan lainnya, kantor pos pembantu, bahkan digunakan sebagai kantor Angkatan Laut Jepang pada Perang Dunia II. Selain itu, gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor Jawatan Kereta Api Belanda, kantor urusan agama, hingga menjadi kantor Majelis Permusywaratan Rakyat Sementara (MPRS) sampai tahun 1970 yang kala itu dipimpin oleh Abdul Haris Nasution.

Arsitektur bangunan masjid ini tidak banyak berubah dari bentuk aslinya. Karena sudah menjadi cagar budaya, maka tidak boleh mengubah bentuk aslinya termasuk warna cat yang digunakan. Masjid tersebut didominasi warna putih dan hijau. Di bagian luarnya tampak kaca patri berwarna kuning kecokelatan menghiasi bagian depan masjid.

Masuk ke dalam, pengunjung akan langsung merasakan karpet masjid dan melihat lampu gantung yang sudah ada sejak pertama kali bangunan resmi menjadi masjid. struktur bangunan masih sama seperti saat pertama dibangun. Hingga saat ini masjid tersebut pun masih berdiri kokoh. luas lahan masjid tersebut 1.792 meter persegi dan luas bangunan diperkirakan lebih dari 300 meter persegi. Untuk memasuki area masjid, terdapat dua pintu masuk dari arah utara dan selatan.Di dalam kawasan masjid, terdapat area parkir, tempat wudhu, koperasi masjid, serta aula. Bangunan masjid tersebut terdiri dari dua lantai, pada lantai atas juga digunakan untuk salat ketika jamaahnya membludak, misalnya saat salat Jumat atau ketika bulan Ramadan.


12 Juli 2025

Viral Mie Ayam Bayar Seikhlasnya !! Mau BAYAR berapa aja diterima !! Tabarakallah





Banyak cara untuk mengambil bagian dalam berbuat kebaikan salah satunya membantu masyarakat dalam kebutuhan dasarnya seperti menyediakan makanan.  

Di Jatiwarna Bekasi, sebuah warung mie ayam dan bakso sederhana yang terletak di keluar pintu tol Jatiwarna jalan raya hankam memberikan pelayanan kepada pembeli yang mau makan di tempat dan membungkus makanan dengan cukup membayar seikhlasnya untuk tiap makanan yang dibeli. 

Warung ini diberi nama JAWARA, yang diinisiasi kerjasama UMAR TRAVEL, MASJID SOFIA Dan Jawara.

Layaknya warung mie ayam dan bakso pada umumnya, Warung ini memiliki ciri khas mie keriting yang dibuat sendiri tanpa bahan pengawet. Program kebermanfaatan untuk umat ini sudah berjalan hampir 7 bulan. Bukan cari untung namun berharap keberkahan. Buka jam 9 hingga 8 malam, istirahat saat masuk waktu sholat di masjid SOFIA, bada sholat ada tadarus bersama.

Jadi tidak ada price list yang dipajang digerobak ataupun di meja makan, karena berpa pun harga yang dibayar akan diterima seikhlasnya, semoga akan semakin banyak pemerataan dan perputaran ekonomi dari hal sederhana seperti ini.

Silahkan bagi warga Bekasi, para pekerja lapangan, ojeg online untuk bisa meramaikan nya Dan bisa istirahat di masjid yang menyediakan minuman dan kopi hangatnya.

https://youtu.be/1zJF0NasZ3A?si=RlSbKmu1E13-BAUG

11 Juli 2025

Apa Arti Hidup Kita?

 


Sebenernya itu bukanlah pertanyaan baru

Pencarian tenang makna hidup memang selalu menarik untuk dibahas

Apalagi jika hidup ditanyakan bagi remaja yang sedang kasmaran

Arti hidup kerap menjadi rayuan untuk memikat si dia

"Itulah kenapa Tuhan menciptakan aku, karena ada kamu untuk kucinta."

Begitulah Dan sesederhana itulah mereka memaknai hidup, hanya untuk mencintai.

Namun bagi orang Islam , tujuan hidup sudah ditentukan dalam firmannya Quran Surah Adz-Dzariyat ayat 56

"Dan aku tidak menciptakan Jin Dan Manusia melainkan supaya mereka menyembahku."

Allah SWT memerintahkan kita untuk beribadah bukan lantaran Dia membutuhkan kita, Justru kitalah yang selalu membutuhkannya.

https://youtu.be/U_wSaKwF1XI?feature=shared

10 Juli 2025

Perumpamaan Nikmat Dunia Dan Akhirat



Salah satu sifat air adalah tidak bisa menetap atau mudah untuk berpindah, begitu pula dengan dunia ini tidak bisa terus menerus di atas satu keadaan yang sama , terkadang senang terkadang sedih. Karena air akan pergi menghilang dan tidak akan kekal pada satu tempat. Begitu pula dunia, yang bersifat fana akan sirna dan tidak akan kekal abadi. 

Ketika kita mengambil air  sesuai kadarnya maka akan menjadi bermanfaat dan akan menumbuhkan tanaman, akan tetapi jika air tesebut kita ambil melampaui kadarnya maka akan menjadi malapetaka yang bisa mematikan. Begitu pula dunia apabila mengambil sesuai kadarnya maka akan bermanfaat baginya, tidak di sibukan dengan dunia, namun apabila berlebihan maka akan membuat kita celaka.

Kebanyakan manusia lebih suka memperebutkan nikmat dunia, mengejarnya siang dan malam, padahal secara perumpamaan, nikmat dunia hanya setetes jari dari pada nikmat akhirat yang seluas lautan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuat perbandingan antara dunia dan akhirat. Perbandingan antara keduanya bagaikan seseorang yang mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka dunia bagaikan setetes air yang melekat pada jari-jarinya itu. 

Al-Mustaurid bin Syaddad Radhiyallahu anhu berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. (HR Muslim, no. 2858)



https://youtu.be/oGedqT59VoQ?si=unyOQP5hnRkuuDAD

4 September 2018

#BukaSampah Solusi Kekinian Sampah


#BukaInspirasi Indonesia

Sebagai negara yang memiliki penduduk terbanyak ke 4 di dunia dengan tingkat pertumbuhan manusia hingga tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa penduduk Indonesia berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)(1). Sehingga dengan meningkatnya jumlah penduduk maka begitu pula terhadap pola tingkat konsumsi dan gaya hidup masyarakat, tanpa disadari masyarakat Indonesia dihadapi dengan permasalahan sampah yang juga meningkat.



Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pada tahun 2016 secara rata-rata diasumsikan masyarakat Indonesia menghasilkan sampah padat sebesar 0,85 kilogram setiap harinya per orang, artinya ada sekitar jutaan ton sampah juga yang dibuang oleh seluruh penduduk Indonesia dalam sehari(2). Tentunya itu dari hasil konsumsi masyarakat baik sampah organik maupun anorganik, terlepas dari budaya masyarakat yang membuang sampah rumah tangga yang tergolong organik masih bisa ditanggulangi oleh alam untuk mengurainya, namun jika permasalahan konsumsi manusia terhadap barang makanan dan minuman yang bentuknya kemasan, maka ini menjadi fokus para aktivis lingkungan terhadap permasalahan isu lingkungan yang sulit dikendalikan di alam, setidaknya terdapat gambaran nyata tentang betapa kritis dan akutnya persoalan sampah ini.




Penyelesaian masalah tersebut tidak serta merta dilakukan hanya oleh pemerintah dan pemangku kepentingan namun dari semua masyarakat ikut andil dalam membantu permasalahan tersebut. Terutama pihak swasta atau perusahaan yang berhubungan langsung dengan dampak lingkungan baik sosial maupun ekonomi.



Disinilah letak BUKALAPAK sebagai situs belanja online Indonesia yang mempunyai visi memberdayakan para pelaku UKM Indonesia, mempunyai posisi tawar yang langsung berhadapan dengan masyarakat Indonesia digenggaman tangannya, mampu mengambil peluang untuk membantu menyelesaikan permasalahn tersebut. Dengan data penggua internet yang besar masyarakat Indonesia tentunya tidak akan pernah lepas dengan gadget serta teknologi sekarang ini.



#BukaInspirasi dengan konsep BUKA SAMPAH, proses pengelolaan sampah yang tadinya kebiasaan orang untuk dengan mudahnya membuang sampah, akan berfikir ulang dan menjadikan budaya yang mengharuskan sampah anorganik atau kemasan plastik disimpan untuk nantinya menjadi nilai uang yang bisa digunakan untuk pembayaran baik kebutuhan pulsa, bayar listrik, bayar air yang bisa dilakukan di BUKALAPAK dengan lewat BUKA DOMPET, konsepnya mempermudah pihak penyedia/pengepul sampah sebagai UKM Indonesia dengan masyarakat yang memiliki sampah, ini menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan masyarakat lewat aktivitas jual beli sampah yang sangat erat dengan penyelesaian permasalahan isu lingkungan, serta yang paling terpenting menggerakan roda perekonomian, sesuatu yang tidak dilihat masyarakat dahulunya kini bisa menghidupi ekonomi dan berdampak terhadap kehidupan sosial para pengepul dan masyarakat khususnya.



Sebagai salah satu marketplace yang terbesar dan terbaik yang didalam situsnya tidak hanya menyediakan barang untuk dijual, tetapi ada pula pelayanan lain yang memudahkan masyarakat Indonesia, tentunya BUKALAPAK sudah mampu untuk menguasai dan memudahkan masyarat seluruh Indonesia untuk bekerja sama dalam hal konten BUKA SAMPAH, sehingga memudahkan pemilik sampah dan pengepul sampah. Dengan konsep pengepul sebagai UKM yang memiliki akun BUKALAPAK sebagai pengumpul sampah dan masyarakat pemilik akun dapat menjual sampahnya ke pengepul, ini menjadikan sistem simbiosis mutualisme, kebutuhan pengepul cepat terpenuhi, masyarakat pun bebas dari permasalahan sampah anorganik dan yang terpenting memerdekan masyarakat di   Hari Kemerdekaan Indonesia yang membuat dapur tetap terus ngebul ya gan.


Masih terkait dengan konten BUKA SAMPAH ini dapat juga diterapkan untuk menyelesaikan dampak lingkungan lainnya, terkhusus di masyarakat perkotaan atau masyarakat Urban yang dalam kesehariannya lebih sering terpapar oleh isu lingkungan sampah dan polusi kendaraan, #BukaInspirasi lainnya, memadukan permasalahan sampah dan polusi diperkotaan dengn Konten Buka Sampah bekerja sama dengan pemerintah Provinsi atau Kota untuk memberikan pelayanan pembayaran tarif transportasi massal kota dengan menggunakan Buka Sampah, hal ini sudah diterapkan oleh Pemerintah Surabaya, Transportasi massal ini juga mendukung upaya ramah lingkungan lantaran masyarakat bisa membayar dengan sampah plastik. “Bagi penumpang yang akan naik harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik,” tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat peluncuran di depan Gedung Siola, Sabtu, 7 April 2018.(3).



Seperti pepatah mengatakan sekali dayung dua tiga pulau terlewati, dengan niatan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah dan juga sekalian mengubah perilaku masyarakat dari sistem kendaraan pribadi ke transportasi massal. Mengembalikan Kemerdekaaan masyarakat di perkotaan, sehingga membuat maju kotanya bahagia warganya.



.



Sumber :

(1)https://databoks.katadata.co.id/jumlah penduduk indonesia mencapai 265 juta jiwa


(3)https://nasional.tempo.co/read/1077209/wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-luncurkan-suroboyo-bus/full&view=ok








2 September 2018

Merantaulah


Merantaulah



Merantau sesungguhnya sangat erat dengan masyarakat Minangkabau. Merantau asal usulnya dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu “rantau” yang berarti wilayah yang diluar dari inti wilayah peradaban Minangkabau, aktivitas yang keluar dari wilayah inti ini yang disebut dengan “merantau”. Sekilas info aja ya

Pemuda minang, akan  sangat kurang jika belum merantau agak sekali saja, untuk kehidupan bekal persiapan masa depan, baik mereka yang keluar terhadap perbaikan ekonomi dengan mencari pekerjaan, perbaikan kualitas pendidikan dengan belajar ke daerah yang lebih baik, serta faktor lainnya, pernikahan, peperangan.

Inget film Merantau kan gengs, yang diperankan oleh aktor laga Iko Uwais, cerita seorang pemuda yang telah bersiap diri dengan bekal keilmuan dan juga tentunya prinsip leluhur dan juga keyakinan akan kehidupan yang bermanfaat untuk orang lain, tentunya karakter dan jati diri yang sudah terbentuk dari didikan akan diaplikasikan ketika kita di tengah masyarakat, meskipun akhirnya yang dilakukan nya adalah menyelamatkan kehormatan seorang perempuan terhadap kodratnya, namun sangat berarti sekali dengan memegang erat prinsipnya di tempat lain.



Saya melihat air yang terdiam menjadi rusak, sebab diam tertahan .Jika mengalir menjadi jernih, maka tak akan keruh menggenang.



Beberapa bulan saya di perantauan saat ini membuat saya mendapatkan banyak inspirasi dan membuka wawasan yang sebelumnya terkekang dengan kehomogenan lingkungan sehari-hari. Meskipun jujur saja akan sangat berat untuk awal keberangkatannya, karena meninggalkan zona nyaman yang selama ini dirasakan dan juga harus meninggalkan orang-orang yang kita sayangi tentunya seperti orang tua, saudara serta Pacar (padahal gak punya).

Berikut akan saya uraikan bagaimana merantau akan membuat mu menjadi terlahir kembali .

1.      Membuka diri dan menjadi Open Mind,

Dengan kehidupan baru disekitar kita dengan variasi karakter dan budaya maka kita kan mencoba untuk membuka diri menerima perbedaan tersebut, ya yang sebelumnya sudah terbiasa dengan budaya setempat kita lahir dan bahasa yang sama tentu akan sama cara berpikirnya, sangat berbeda jika sudah berbaur dengan etnis lain tentu dengan sudut pandang yang berbeda dalam bersikap, jika suku batak dengan suara dan intonasi yang keras, suku jawa dengan etos kerja yang sangat kuat, minang dengan cara pikir yang luas.

2.      Mandiri dan Bertanggung jawab.

Jauh dari kehidupan sebelumnya yang telah difasilitasi orang tua, dimulai dari uang jajan, sarapan serta perbekalan yang masih disiapkan orang tua dan bahkan sekedar mencuci pakaian. Stop, saat kau merantau hal ini akan menjadi paling mendasar untuk kamu harus berpandai-pandai mengelola diri , Harus mandiri dan bertanggungjawaab atas kehidupanmu.

3.      Mengetahui beratnya mencari uang dan kau akan banyak bersyukur.

Suatu saat dikesepian dan penghayatan yang mendalam, kamu akan berfikir uang yang selama ini kamu dapati dari orang tua mudah saja terpakai untuk hal yang tidak terlalu penting, bahkan cenderung mubazir dan tidak bermanfaat, contohnya saja uang jajan orang tua untuk pacaran dan merokok, tapi disaat kamu sudah mulai merasakan bekerja dan mendapatkan hasil dari keringatmu, kamu akan merasakan betapa beratnya ternyata mencari uang, bahkan untuk temen-temen diluar sana yang belum beruntung dalam mencari pekerjaan, untuk itu disaat merantau kita lebih banyak bersyukur atas limpahan nikmat yang diberikan.

4.      Mampu menata diri lebih baik, karena dirimulah yang tau dan dapat mengingatkannya, self reminder.

Untuk penjagaan diri dari hal-hal yang buruk, sebagai pengingatnya hanya diri sendiri, tidak ada lagi keluarga bahkan orang tua yang paling terdekat bagi kita, untuk sekedar membangunkan shalat shubuh, menjauhkan maksiat, karena semua sudah dibebani kepada kita, menjadi sebuah pilihan, mau baik atau mau terus terkubang dalam dosa.

5.      Menjadi traveler dadakan, akan merasakan sebagai orang yang ingin pergi malalang buana di tempat baru, kalo orang minag mengatakan hanya cukup tiga hari orang minang diolah oarang karena baru (diota orang), maksudnya dimanfaatkan orang karena keluguannya terhadap hla yang baru. Tentunya cukup 3 hari kamu memmahami dan malala keliling lingkungan yang baru dan lihatlah sejengkal demi sejengkal aktifitas dan adab sehingga kamu tidak lagi ditipu, selanjutnya kamu bisa yang mengolah orang lain dan memanfaatkannya tentunya dengan hal yang positif.

6.      Merantaulah maka kau akan tau artinya sebuah kerinduan. Akan kau rasakan betapa indahnya waktu yang ditunggu tunggu hanya untuk aktivitas mudik atau pulang kampung ke kampung halaman .

Ka Rantau Madang Di Hulu
Babuah Babunga Balun
Marantau Bujang Dahulu
Dirumah Baguna Balun