12 Juli 2025

Viral Mie Ayam Bayar Seikhlasnya !! Mau BAYAR berapa aja diterima !! Tabarakallah





Banyak cara untuk mengambil bagian dalam berbuat kebaikan salah satunya membantu masyarakat dalam kebutuhan dasarnya seperti menyediakan makanan.  

Di Jatiwarna Bekasi, sebuah warung mie ayam dan bakso sederhana yang terletak di keluar pintu tol Jatiwarna jalan raya hankam memberikan pelayanan kepada pembeli yang mau makan di tempat dan membungkus makanan dengan cukup membayar seikhlasnya untuk tiap makanan yang dibeli. 

Warung ini diberi nama JAWARA, yang diinisiasi kerjasama UMAR TRAVEL, MASJID SOFIA Dan Jawara.

Layaknya warung mie ayam dan bakso pada umumnya, Warung ini memiliki ciri khas mie keriting yang dibuat sendiri tanpa bahan pengawet. Program kebermanfaatan untuk umat ini sudah berjalan hampir 7 bulan. Bukan cari untung namun berharap keberkahan. Buka jam 9 hingga 8 malam, istirahat saat masuk waktu sholat di masjid SOFIA, bada sholat ada tadarus bersama.

Jadi tidak ada price list yang dipajang digerobak ataupun di meja makan, karena berpa pun harga yang dibayar akan diterima seikhlasnya, semoga akan semakin banyak pemerataan dan perputaran ekonomi dari hal sederhana seperti ini.

Silahkan bagi warga Bekasi, para pekerja lapangan, ojeg online untuk bisa meramaikan nya Dan bisa istirahat di masjid yang menyediakan minuman dan kopi hangatnya.

https://youtu.be/1zJF0NasZ3A?si=RlSbKmu1E13-BAUG

11 Juli 2025

Apa Arti Hidup Kita?

 


Sebenernya itu bukanlah pertanyaan baru

Pencarian tenang makna hidup memang selalu menarik untuk dibahas

Apalagi jika hidup ditanyakan bagi remaja yang sedang kasmaran

Arti hidup kerap menjadi rayuan untuk memikat si dia

"Itulah kenapa Tuhan menciptakan aku, karena ada kamu untuk kucinta."

Begitulah Dan sesederhana itulah mereka memaknai hidup, hanya untuk mencintai.

Namun bagi orang Islam , tujuan hidup sudah ditentukan dalam firmannya Quran Surah Adz-Dzariyat ayat 56

"Dan aku tidak menciptakan Jin Dan Manusia melainkan supaya mereka menyembahku."

Allah SWT memerintahkan kita untuk beribadah bukan lantaran Dia membutuhkan kita, Justru kitalah yang selalu membutuhkannya.

https://youtu.be/U_wSaKwF1XI?feature=shared

10 Juli 2025

Perumpamaan Nikmat Dunia Dan Akhirat



Salah satu sifat air adalah tidak bisa menetap atau mudah untuk berpindah, begitu pula dengan dunia ini tidak bisa terus menerus di atas satu keadaan yang sama , terkadang senang terkadang sedih. Karena air akan pergi menghilang dan tidak akan kekal pada satu tempat. Begitu pula dunia, yang bersifat fana akan sirna dan tidak akan kekal abadi. 

Ketika kita mengambil air  sesuai kadarnya maka akan menjadi bermanfaat dan akan menumbuhkan tanaman, akan tetapi jika air tesebut kita ambil melampaui kadarnya maka akan menjadi malapetaka yang bisa mematikan. Begitu pula dunia apabila mengambil sesuai kadarnya maka akan bermanfaat baginya, tidak di sibukan dengan dunia, namun apabila berlebihan maka akan membuat kita celaka.

Kebanyakan manusia lebih suka memperebutkan nikmat dunia, mengejarnya siang dan malam, padahal secara perumpamaan, nikmat dunia hanya setetes jari dari pada nikmat akhirat yang seluas lautan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuat perbandingan antara dunia dan akhirat. Perbandingan antara keduanya bagaikan seseorang yang mencelupkan jarinya ke dalam lautan, maka dunia bagaikan setetes air yang melekat pada jari-jarinya itu. 

Al-Mustaurid bin Syaddad Radhiyallahu anhu berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kamu yang mencelupkan jari tangannya ini –perawi bernama Yahya menunjuk jari telunjuk- ke lautan, lalu hendaklah dia perhatikan apa yang didapat pada jari tangannya”. (HR Muslim, no. 2858)



https://youtu.be/oGedqT59VoQ?si=unyOQP5hnRkuuDAD

4 September 2018

#BukaSampah Solusi Kekinian Sampah


#BukaInspirasi Indonesia

Sebagai negara yang memiliki penduduk terbanyak ke 4 di dunia dengan tingkat pertumbuhan manusia hingga tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa penduduk Indonesia berdasarkan proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)(1). Sehingga dengan meningkatnya jumlah penduduk maka begitu pula terhadap pola tingkat konsumsi dan gaya hidup masyarakat, tanpa disadari masyarakat Indonesia dihadapi dengan permasalahan sampah yang juga meningkat.



Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pada tahun 2016 secara rata-rata diasumsikan masyarakat Indonesia menghasilkan sampah padat sebesar 0,85 kilogram setiap harinya per orang, artinya ada sekitar jutaan ton sampah juga yang dibuang oleh seluruh penduduk Indonesia dalam sehari(2). Tentunya itu dari hasil konsumsi masyarakat baik sampah organik maupun anorganik, terlepas dari budaya masyarakat yang membuang sampah rumah tangga yang tergolong organik masih bisa ditanggulangi oleh alam untuk mengurainya, namun jika permasalahan konsumsi manusia terhadap barang makanan dan minuman yang bentuknya kemasan, maka ini menjadi fokus para aktivis lingkungan terhadap permasalahan isu lingkungan yang sulit dikendalikan di alam, setidaknya terdapat gambaran nyata tentang betapa kritis dan akutnya persoalan sampah ini.




Penyelesaian masalah tersebut tidak serta merta dilakukan hanya oleh pemerintah dan pemangku kepentingan namun dari semua masyarakat ikut andil dalam membantu permasalahan tersebut. Terutama pihak swasta atau perusahaan yang berhubungan langsung dengan dampak lingkungan baik sosial maupun ekonomi.



Disinilah letak BUKALAPAK sebagai situs belanja online Indonesia yang mempunyai visi memberdayakan para pelaku UKM Indonesia, mempunyai posisi tawar yang langsung berhadapan dengan masyarakat Indonesia digenggaman tangannya, mampu mengambil peluang untuk membantu menyelesaikan permasalahn tersebut. Dengan data penggua internet yang besar masyarakat Indonesia tentunya tidak akan pernah lepas dengan gadget serta teknologi sekarang ini.



#BukaInspirasi dengan konsep BUKA SAMPAH, proses pengelolaan sampah yang tadinya kebiasaan orang untuk dengan mudahnya membuang sampah, akan berfikir ulang dan menjadikan budaya yang mengharuskan sampah anorganik atau kemasan plastik disimpan untuk nantinya menjadi nilai uang yang bisa digunakan untuk pembayaran baik kebutuhan pulsa, bayar listrik, bayar air yang bisa dilakukan di BUKALAPAK dengan lewat BUKA DOMPET, konsepnya mempermudah pihak penyedia/pengepul sampah sebagai UKM Indonesia dengan masyarakat yang memiliki sampah, ini menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan masyarakat lewat aktivitas jual beli sampah yang sangat erat dengan penyelesaian permasalahan isu lingkungan, serta yang paling terpenting menggerakan roda perekonomian, sesuatu yang tidak dilihat masyarakat dahulunya kini bisa menghidupi ekonomi dan berdampak terhadap kehidupan sosial para pengepul dan masyarakat khususnya.



Sebagai salah satu marketplace yang terbesar dan terbaik yang didalam situsnya tidak hanya menyediakan barang untuk dijual, tetapi ada pula pelayanan lain yang memudahkan masyarakat Indonesia, tentunya BUKALAPAK sudah mampu untuk menguasai dan memudahkan masyarat seluruh Indonesia untuk bekerja sama dalam hal konten BUKA SAMPAH, sehingga memudahkan pemilik sampah dan pengepul sampah. Dengan konsep pengepul sebagai UKM yang memiliki akun BUKALAPAK sebagai pengumpul sampah dan masyarakat pemilik akun dapat menjual sampahnya ke pengepul, ini menjadikan sistem simbiosis mutualisme, kebutuhan pengepul cepat terpenuhi, masyarakat pun bebas dari permasalahan sampah anorganik dan yang terpenting memerdekan masyarakat di   Hari Kemerdekaan Indonesia yang membuat dapur tetap terus ngebul ya gan.


Masih terkait dengan konten BUKA SAMPAH ini dapat juga diterapkan untuk menyelesaikan dampak lingkungan lainnya, terkhusus di masyarakat perkotaan atau masyarakat Urban yang dalam kesehariannya lebih sering terpapar oleh isu lingkungan sampah dan polusi kendaraan, #BukaInspirasi lainnya, memadukan permasalahan sampah dan polusi diperkotaan dengn Konten Buka Sampah bekerja sama dengan pemerintah Provinsi atau Kota untuk memberikan pelayanan pembayaran tarif transportasi massal kota dengan menggunakan Buka Sampah, hal ini sudah diterapkan oleh Pemerintah Surabaya, Transportasi massal ini juga mendukung upaya ramah lingkungan lantaran masyarakat bisa membayar dengan sampah plastik. “Bagi penumpang yang akan naik harus membawa 5 botol ukuran tanggung, 3 botol besar, 10 gelas air mineral, kantong plastik (kresek) dan kemasan plastik,” tutur Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat peluncuran di depan Gedung Siola, Sabtu, 7 April 2018.(3).



Seperti pepatah mengatakan sekali dayung dua tiga pulau terlewati, dengan niatan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah dan juga sekalian mengubah perilaku masyarakat dari sistem kendaraan pribadi ke transportasi massal. Mengembalikan Kemerdekaaan masyarakat di perkotaan, sehingga membuat maju kotanya bahagia warganya.



.



Sumber :

(1)https://databoks.katadata.co.id/jumlah penduduk indonesia mencapai 265 juta jiwa


(3)https://nasional.tempo.co/read/1077209/wali-kota-surabaya-tri-rismaharini-luncurkan-suroboyo-bus/full&view=ok








2 September 2018

Merantaulah


Merantaulah



Merantau sesungguhnya sangat erat dengan masyarakat Minangkabau. Merantau asal usulnya dari bahasa dan budaya Minangkabau yaitu “rantau” yang berarti wilayah yang diluar dari inti wilayah peradaban Minangkabau, aktivitas yang keluar dari wilayah inti ini yang disebut dengan “merantau”. Sekilas info aja ya

Pemuda minang, akan  sangat kurang jika belum merantau agak sekali saja, untuk kehidupan bekal persiapan masa depan, baik mereka yang keluar terhadap perbaikan ekonomi dengan mencari pekerjaan, perbaikan kualitas pendidikan dengan belajar ke daerah yang lebih baik, serta faktor lainnya, pernikahan, peperangan.

Inget film Merantau kan gengs, yang diperankan oleh aktor laga Iko Uwais, cerita seorang pemuda yang telah bersiap diri dengan bekal keilmuan dan juga tentunya prinsip leluhur dan juga keyakinan akan kehidupan yang bermanfaat untuk orang lain, tentunya karakter dan jati diri yang sudah terbentuk dari didikan akan diaplikasikan ketika kita di tengah masyarakat, meskipun akhirnya yang dilakukan nya adalah menyelamatkan kehormatan seorang perempuan terhadap kodratnya, namun sangat berarti sekali dengan memegang erat prinsipnya di tempat lain.



Saya melihat air yang terdiam menjadi rusak, sebab diam tertahan .Jika mengalir menjadi jernih, maka tak akan keruh menggenang.



Beberapa bulan saya di perantauan saat ini membuat saya mendapatkan banyak inspirasi dan membuka wawasan yang sebelumnya terkekang dengan kehomogenan lingkungan sehari-hari. Meskipun jujur saja akan sangat berat untuk awal keberangkatannya, karena meninggalkan zona nyaman yang selama ini dirasakan dan juga harus meninggalkan orang-orang yang kita sayangi tentunya seperti orang tua, saudara serta Pacar (padahal gak punya).

Berikut akan saya uraikan bagaimana merantau akan membuat mu menjadi terlahir kembali .

1.      Membuka diri dan menjadi Open Mind,

Dengan kehidupan baru disekitar kita dengan variasi karakter dan budaya maka kita kan mencoba untuk membuka diri menerima perbedaan tersebut, ya yang sebelumnya sudah terbiasa dengan budaya setempat kita lahir dan bahasa yang sama tentu akan sama cara berpikirnya, sangat berbeda jika sudah berbaur dengan etnis lain tentu dengan sudut pandang yang berbeda dalam bersikap, jika suku batak dengan suara dan intonasi yang keras, suku jawa dengan etos kerja yang sangat kuat, minang dengan cara pikir yang luas.

2.      Mandiri dan Bertanggung jawab.

Jauh dari kehidupan sebelumnya yang telah difasilitasi orang tua, dimulai dari uang jajan, sarapan serta perbekalan yang masih disiapkan orang tua dan bahkan sekedar mencuci pakaian. Stop, saat kau merantau hal ini akan menjadi paling mendasar untuk kamu harus berpandai-pandai mengelola diri , Harus mandiri dan bertanggungjawaab atas kehidupanmu.

3.      Mengetahui beratnya mencari uang dan kau akan banyak bersyukur.

Suatu saat dikesepian dan penghayatan yang mendalam, kamu akan berfikir uang yang selama ini kamu dapati dari orang tua mudah saja terpakai untuk hal yang tidak terlalu penting, bahkan cenderung mubazir dan tidak bermanfaat, contohnya saja uang jajan orang tua untuk pacaran dan merokok, tapi disaat kamu sudah mulai merasakan bekerja dan mendapatkan hasil dari keringatmu, kamu akan merasakan betapa beratnya ternyata mencari uang, bahkan untuk temen-temen diluar sana yang belum beruntung dalam mencari pekerjaan, untuk itu disaat merantau kita lebih banyak bersyukur atas limpahan nikmat yang diberikan.

4.      Mampu menata diri lebih baik, karena dirimulah yang tau dan dapat mengingatkannya, self reminder.

Untuk penjagaan diri dari hal-hal yang buruk, sebagai pengingatnya hanya diri sendiri, tidak ada lagi keluarga bahkan orang tua yang paling terdekat bagi kita, untuk sekedar membangunkan shalat shubuh, menjauhkan maksiat, karena semua sudah dibebani kepada kita, menjadi sebuah pilihan, mau baik atau mau terus terkubang dalam dosa.

5.      Menjadi traveler dadakan, akan merasakan sebagai orang yang ingin pergi malalang buana di tempat baru, kalo orang minag mengatakan hanya cukup tiga hari orang minang diolah oarang karena baru (diota orang), maksudnya dimanfaatkan orang karena keluguannya terhadap hla yang baru. Tentunya cukup 3 hari kamu memmahami dan malala keliling lingkungan yang baru dan lihatlah sejengkal demi sejengkal aktifitas dan adab sehingga kamu tidak lagi ditipu, selanjutnya kamu bisa yang mengolah orang lain dan memanfaatkannya tentunya dengan hal yang positif.

6.      Merantaulah maka kau akan tau artinya sebuah kerinduan. Akan kau rasakan betapa indahnya waktu yang ditunggu tunggu hanya untuk aktivitas mudik atau pulang kampung ke kampung halaman .

Ka Rantau Madang Di Hulu
Babuah Babunga Balun
Marantau Bujang Dahulu
Dirumah Baguna Balun

10 November 2017

Cita-cita Energi Terbarukan


Cita-Cita Energi Terbarukan


     Warna dapat menjadi suatu identitas dari  suatu benda, untuk mengetahui karakter dan membedakannya, dilihat dari kasat mata, disaat langit cerah dengan sinaran mentari, langit menunjukan warna biru, ketika mulai mendung pertanda turun hujan menjadi kelam, hitam.

Namun di era revolusi industri, sebagai penyumbang efek perubahan langit yang tak seperti biasanya, sering kali kita mengutuknya dari penyebab polusi hasil pembakaran di zaman ini. Akan tetapi mampukah kita menjauh dari mengutuk kegelapan dan mencoba menerangi sekitar, bahwa langit biru adalah udara yang bersih, sehingga menjadikan masa depan akan tetap ada dan berdampak positif untuk menjadikan warisan peradaban selanjutnya, bukan kita sebagai penyumbang warisan yang meninggalkan sejarah buruk bagi generasi seterusnya.

Saat ini penulis bekerja pada sebuah perusahaan penghasil listrik di Pulau Batam, pulau industri penggerak ekonomi nasional, ribuan industri manufaktur, perkapalan, minyak dan gas ada di pulau ini, dimana salah satu penyumbang utama polusi udara dari hasil pembakaran. Teringat oleh penulis bahwa di kampus dahulu sering terlibat bersama rekan mahasiswa untuk mengembangkan ilmu energi terbarukan, memanfaatkan sumber energi yang tak akan habis, sehingga diharapkan tercapailah langit biru, dikala persoalan energi yang akhir–akhir ini sangat banyak diperbincangkan karena persediaannya yang semakin menipis. Energi yang  biasanya berasal dari fosil yang keberadaannya tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu kami generasi milenial yang mengenyam pendidikan atas dasar Tri Dharma Perguruan tinggi mencari cara membuat energi alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, hidup sejahtera baik secara ekonomi maupun kesehatan lingkungan dan terpenting kelangsungan hidup manusia.

 Salah satu energi yang keberadaannya melimpah adalah energi matahari/surya. Energi utama yang sumbernya dapat di konversikan untuk berbagai hal, ingat Matahari menjadi modal utama dari kehidupan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan cara merubah energi surya ini menjadi energi listrik seperti pembuatan sel surya (solar cell).

Sel surya sangat cocok dikembangkan di Indonesia mengingat letaknya yang sangat strategis yaitu berada di garis khatulistiwa, dimana intensitas sinar matahari yang diterima cukup besar. Indonesia terletak di garis katulistiwa, sehingga Indonesia mempunyai sumber energi surya yang berlimpah dan memicu besarnya intensitas radiasi matahari wilayah Indonesia. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah sel surya dari bahan organik yang diperoleh dari bahan–bahan organik adalah dari buah-buahan. Buah-buahan yang dapat memenuhi kriteria bahan dasar pembuatan sel surya organik adalah yang mengandung zat antosianin, zat antosianin ini berperan penting dalam proses absorbsi cahaya. Sel surya generasi baru ini disebut  dye-sensitized solar cell ( DSSC).

DSSC


 Sekali tiga uang dari adanya Matahari dengan energinya yang mampu memanaskan bumi, sehingga pemanasan bumi oleh sinar matahari menyebabkan perbedaan massa jenis  udara. Perbedaan massa jenis ini menyebabkan perbedaan tekanan pada udara sehingga akan terjadi aliran fluida dan menghasilkan angin.Energi angin inilah juga merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat menjawab kebutuhan energi alternatif. Pemanfaatan energi angin dapat dilakukan dimana-mana, baik di daerah landai maupun dataran tinggi, bahkan dapat diterapkan di laut. Kondisi geografis yang dimiliki Indonesia yang merupakan Negara Kepulauan yang memiliki daerah garis pantai yang panjang dan lautan yang luas merupakan sebuah nilai lebih untuk pemanfaatan energi angin. Pembuatan Turbin angin salah satunya untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan.
Percobaan Pengambilan Data Angin


 
Lengkapnya Indonesia sebagai negara agraris yang beriklim tropis dari sumber matahari memiliki sumber daya pertanian dan peternakan yang cukup besar. Selain digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pangan juga dapat berpotensi sebagai sumber energi dengan cara pemanfaatan kotoran ternak menjadi biogas. Pemanfaatan limbah peternakan (kotoran ternak) merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat untuk mengatasi naiknya harga pupuk dan kelangkaan bahan bakar minyak. Teknologi dan produk tersebut merupakan hal baru bagi masyarakat petani dan peternak. Pemanfaatan kotoran ternak dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Setelah fermentasi berlangsung, unsur hara yang ada dalam kotoran ternak tidak akan berkurang dan dapat dijadikan pupuk organik bagi tanaman.

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dan dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Selain dapat menjadi energi alternatif, biogas juga dapat mengurangi permasalahan lingkungan, seperti polusi udara, polusi tanah, dan pemanasan global. Hasil dari pembuatan biogas dapat dijadikan sumber energi serta keluaran yang dihasilkan (sludge) dapat dijadikan produk sampingan seperti pupuk sehingga dapat menambah penghasilan.


 

Prototype Digester Biogas



Kini generasi telah berganti penulis telah menjadi profesional dibidangnya, namun masih berusaha memenuhi cita-cita untuk terus memanfaatkan energi aternatif, tentu dalam proses yang tidak singkat, penulis masih butuh banyak belajar, sebagai modal pengembangan selanjutnya, meskipun saat ini tempat kerja penulis menghasilkan energi listrik dari energi fosil, kelak sistem ketenagaalistrikan menjadi sumber dasar ilmu untuk penulis dapat diteruskan, sehingga cita-cita langit biru akan terus ada sepanjang sejarah manusia.



 #GenLangitBiru

17 September 2017

Bunuh Diri Massal Perguruan Tinggi



Judul yang sangat kontroversial bagi saya seorang netizen yang hanya melihat berita dari sisi pembacaan judul berita, namun mengindahkan isi konten sebenarnya, yang sebagian masyarakat gemar men-share judul berita tanpa membaca isi yang terkandung dan tersirat didalamnya, saya saja cukup kaget ketika judul ini sampai ke saya, disaat pertemuan penting dengan HRD. Waiitt HRD?

APA ITU HRD? Lo siapa emang...


Baik saya akan menjelaskan ini dan perkenalan singkat saya, saya sebagai Management Trainee Batamindo perusahaan bidang jasa pengeloaan Kawasan Industri, disini saya ingin menjelaskan informasi yang saya cukup tersinggung atas berita tidak mengenakan ini.

Intinya sihh bahwa lulusan perguruan tinggi tercipta hanya untuk menjadi kalangan elit, malu untuk turun ke bawah dan takut kotor tangannya ketika berkerja, malu jika penampilan tidak seperti kalangan eksekutif, dan seakan terkesan menjadi manusia yang arogan, ekslusif dengan mengganggap dirinya terpelajar karena sudah menempuh pendidikan tinggi, apalagi yang berstatus perguruan tinggi negeri terkenal, ongehnya(red-sombong) minta ampun.

Perguruan tinggi bunuh diri massal adalah istilah dari puncak gunung es yang lama-lama akan mencair, dikarenakan sebuah berita, baru-baru ini perusahaan raksasa google akan menerima pegawai tanpa harus adanya ijazah, ini berpotensi pada perguruan tinggi itu tidak berguna, tanpa harus ada ijazah, yang terpenting mampu menjalankan tugas dan sesuai yang diinginkan perusahaan.

Namun bagi saya perguruan tinggi itu malah mempercepat untuk berkembang, karena didalamnya ada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.  Jadi bagi dunia kerja dan industri tidak perlu lagi untuk jauh meneliti suatu ilmu pengetahuan yang telah menjadi tanggung jawab perguruan tinggi, industri hanya pengembangan dan menggunakannya yang telah siap.

Penting rasanya menggunakan perguruan tinggi sebagai aset kemajuan sebuah organisasi, baik itu di lingkungan terkecil maupun pada organisasi sebuah perusahaan, meskipun yang dibutuhkan perusahaan Google sebagaI tenaga ahli yang sangat menggeluti di bidangnya, namun ada suatu hal yang berbeda dengan karakter dan Personality dari tingkat dan jenjang pendidikan.

Pertanyaannya apa sih yang membedakannya?

Lagi dan lagi pertanyaannya dari seorang Senior Manager HRD, anda seorang sarjana, maka tunjukan bahwa anda adalah lulusan sarjana. Apa yang membedakan kita seorang sarjana dengan yang lain, Lihat Prestasinya, iya orientasi seorang yang sarjana terletak apa yang bisa iya perbuat , berkarya dan berprestasi.

Namun jangan lupa hakekatnya.

Jangan lupa pesan Tan Malaka,  bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya bercita-cita yang sederhana , maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali., jika seandainya pendidikan tinggi hanya menciptakan manusia yang arogan , angkuh dan masa bodoh terhadap kehidupan sosial masyarakat, perlu adanya kaji ulang apakah yang mempengaruhi tujuan awal pendidikan itu sendiri, ingat ilmu padi, padi berisi tidak berisik semakin berisi semakin menunduk.



CAAMKAN ITU ANAK MUDA..