12 Agustus 2016

Pituah Ayah Untuk Anak Rantau


#MyCupofStory
Yang selama ini kita lakukan adalah menceritakan dan membesarkan karya kisah besar orang lain, sekarang saatnya aku berhenti menceritakannya dan memulai kisahku sendiri.
Inilah kisahku, aku dan dirikulah yang mengetahui bagaimana rencana dan perjuangan aku kedepannya. Ketika memutuskan suatu perkara di dua pilihan yang berbeda jalan, maka akan ada salah satu konsekuensi yang harus diterima dengan jiwa besar dan ikhlas. Janganlah  menyibukkan diri pada hal yang tidak perlu, maka keyakinan akan keputusan, percaya diri perlu ditumbuh kembangkan, hingga akhirnya kisah terbaik akan terukir apik menjadi catatan kehidupan yang paripurna.
Obrolan santai dan ringan selepas isya, sesuai janji ayah untuk dapat meluangkan waktu bersamaku, serius dan mendalam lebih mendalam terkait kehidupan bersama Ayah di Kota Budaya sambil menikmati kopi harum dan sedap Kopi Rangkiang Batusangkar dikedai milik keluarga, kedai kebutuhan sehari-hari dan  tempat berkumpul pegawai-pegawai kantor kredit elektronik di ruko-ruko pinggir jalan kota ini. Toko kecil yang memberikan penghidupan kami dan menjadi inspirasi pada kehidupanku.
“Nak , kenapa kopi itu pahit namun banyak juga orang yang berburu untuk mencicipi, bahkan saat bekerja, ada saja yang ditemani dengan menyantap kopi ditambah pisang goreng atau ubi rebus?”Ayah bertanya.
“Iya juga ya yah, sesuatu yang pahit namun mengundang untuk dinikmati...mmmh”Sambil berfikir.
“Fakta ilmiah selama ini karena kandungan kafein yang aditifnya yah, sehingga mengundang untuk candu.”Jawabku.
“Kopi sudah jadi sosial drink untuk penyambung obrolan bersama teman, bahkan menjadi penyambung kesepakatan bisnis di kedai. Jadi ayah sampaikan ketika nanti dimanapun kau merantau, hubungan sosial tolong dijaga, karena untuk menjadi sukses kita tidak akan mampu dengan sendiri. Lalu karena terkait taste atau rasa, karena sesuatu yang belum kita coba atau merasakan, maka jangan terfikirkan oleh kita membuat suatu statement pernyataan” Katanya”, katanya kopi itu pahit, apakah semua kopi itu pahit? Maka coba rasakan, sama hal nya kau akan dapati suatu masalah dan ujian , maka cobalah rasakan, kalau kau tak rasakan bagaimana kau akan menikmati kehidupan tanpa kau lalui pahitnya perjuangan, Jadi ada sesuatu hal yang mungkin belum kita ketahui sepenuhnya atau sesuatu yang tak terdefinisi namun harus dipahami.”

********************
Dahulu Zaman dimana kehidupan dan keterbatasan saling berkait, pendeknya cita-cita serta keterbatasan gerak dan ekonomi, ayah kecil harus membantu orang tua untuk berladang, karena untuk makan hanya bersumber dari ladang, tidak banyak orang berfikiran dahulu untuk melompat maju seperti sekarang, karena untuk bersekolah tidak terlalu dikedepankan karena harus berfikir untuk makan hari ini.
Bantu ayah jo mandeh pai ka ladang yo nak?”(Tolong bantu Ayah dan Ibu di ladang ya anakku)
“Ambo ka lanjut sakolah yah, mandeh?.”(Saya mau lanjut sekolah Ayah dan Ibu)
“Beko jo apo kito makan nak, sdangkan ekonomi kito hanyo tagantung jo di ladang iko.” (nanti dengan apa kita bisa makan anakku, sedang ekonomi kita saja bergantung pada hasil ladang).
Untuk apa sekolah pada era itu memang menjadi pertanyaan sederhana namun tak bisa dibantahkan karena faktor ekonomi, namun nilai kehidupan memang tidak selamanya berada disekolah, tapi bagaimana orang-orang  disekitar serta tradisi kebudayaan serta adat yang mengakar pada kehidupan sosial di zamannya, ketika adat dipakai sebagai dasar yang menopang syarak (agama), yang menjadi asal dari tatanan kehidupan yang telah di atur pada kitabullah (Al quran). Maka ada sering kita dengar dari minangkau “Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah”.
**************
Sekarang zaman sudah berubah, ketika kita lambat maka kita akan jauh tertinggal, ketika kita jalan orang lain sudah berlari, ketika saat ini bermalas-malasan, orang-orang seusiamu, usia yang belia bahkan, sedang belajar, sedang meningkatkan kemampuan dan keahlian, tidak di sini nak, namun dibelahan bumi lain, sedang berlomba-lomba, mereka mereka pesaing kita. Jadi kita memang harus mengerti dasar kita, grass root, mengerti akar rumput, namun mampu berwawasan global. Kita boleh lahir dimana saja, namun mimpi harus menjulang ke langit.
Aku seruput kembali kopi rangkiang ini sambi terus menyerap pesan ayah sebelum kepergianku untuk kerantau.
“Nak urang minang mengatakan, ”Keratau Medang di hulu, berbuah berbunga belum. Merantaulah bujang (buyung) dahulu, di rumah berguna belum”.”Sudah jelas itu?” tanya kembali ayah.
“Maksudnya kita harus keluar dari kebiasaan orang-orang biasa lakukan kah yah?”
Hal ini sama-sama memberikan dorongan kepada semua orang untuk tidak takut menghadapi tantangan, untuk selalu siap menderita demi mencapai sesuatu keberhasilan. Orang yang maunya senang saja, tak mau menghadapi tantangan, rintangan dan hambatan, tak akan mencapai titik keberhasilan yang berarti.
“Apa yang kau rencanakan saat merantau setelah kau lulus sarjana, jenjang pendidikan tinggi yang kau sanding itu adalah bebanmu untuk sukses dan bermanfaat unutk masyarakat banyak?
“Aku mau cari kerja yang sesuai dengan kemampuanku dan yang sesuai dengan ilmu yang pernah aku pelajari selama dibangku kuliah.”
Awak bukan cari kerja tetapi cari uang” Sebut dengan jelas oleh ayah. Sangat jelas. Inilah kalimat yang selalu memotivasi untuk menjadi pengusaha atau pebisnis yang ulet.
Merantaulah kemana pun engkau mau, terbanglah seperti burung dengan bebas diatas pendirinmu, berdiri diatas kaki sendiri,
Negeri ini akan terus berjalan bersama para pemuda yang  bersemangat dan meneyemangati pemuda lain, karena sesuatu dapat dikalahkan, kecuali 2 hal yaitu tuhan dan orang tua, maka itu ketika pemenuhan hajat seseorang tidak akan pernah lepas dari restu orang tua maka iyalah restu Allah swt.
Kopi semakin dingin seiring dengan pekatnya malam namun darah juang dan darah mudanya anak muda akan terus hangat. Pesan – pesan ayah akan selalu ku simpan dan aku terapkan dimanapun aku berada, malam yang penuh bermakna, memberikan energi jiwa kepadaku.

*************
Aku telah 10 tahun diperantauan, sudah mengenyam seluk beluk kehidupan yang asam manis, pepatah mengatakan telah banyak makan asam garam. Aku kembali teringat sampai saat ini percakapan anak dan ayah, suntikan motivasi untuk dapat survive untuk mencari penghidupan yang layak, mengukir asa, dan menyiapkan selebrasi cita-cita.
            Setelah pesananku datang yaitu Cappucino, Aku kembali mulai mendekatkan bibir cangkir pada bibirku dan memberikan tiupan-tiupan kecil disana dan menuangkan kembali pada piring kecil . Cappucino nya masih panas, Aku  pun mulai menyeruput perlahan. Rasa pahit yang tidak terlalu kentara dibalut lembutnya buih Cappucino bergantian terkecap lidah. Kala sepertiga isi cangkir telah tandas tertenggak, mulailah diriku mengawinkan gulanya dengan adukan perlahan. Meski tak lagi berbentuk hati, namun buihnya masih bersetia mengapung di permukaan cangkir.
Lain waktu ketika itu, kini aku menikmati kembali, membawaku kembali pada ingatan ngobrol bersama ayah. Pandangan terus kedepan sambil mengingat sampai ingatanku sempurna mengajak untuk menjamah ke masa lalu.
Aku terus ingat kata kata beliau untuk pencapaian sukses satu hal bahwa dengan meluangkan waktu lebih banyak pada hal yang kita impikan atau kita tuju akan memberikan hasil yang lebih maksimal.
Di sinilah diriku berada sekarang, di sebuah kedai kopi kecil sederhana yang terapit diantara gedung-gedung bertingkat Jakarta, ditemani temaram cahaya ampu kedai aku sedang menunggu seseorang yang akan mewawancarai. Aku memperhatikan jam dipergelangan tangan kiri, jarum menunjukkan di angka delapan. Aku telah janji dengan salah satu teman lama yang dulu aktif menjadi aktivis kampus media mahasiswa. Teman lama yang juga telah mengukir cita-citanya dan kini menuai hasil kerja keras dan kerja cerdas.

Dari kisah bagaimana pesan perantauan ayah untuk anak bujangnya, berakhir pada pencapaian kesuksesan ditanah rantau, seorang pengusaha sukses terlahir dari semangat petuah-petuah ayah, berbagai macam bisnis yang menggurita diberbagai bidang telah dikuasai, namun tetap sederhana dalam menjalani kehidupannya, karena harta hanya sekedar perantara , fasilitas, letaknya hanya digenggam bukan diletakan di hati.

Akhirnya kisah telah kubuat sendiri, dari pembicaraan sarat makna bersama kopi rangkiang sama halnya sarat makna yang saya paparkan bersama kawan lama ini untuk dijadikan buku inspirasi bersam Cappucino.




Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com



29 Juli 2016

"Tasavo" Turbin Angin Savonius Untuk Penerangan Lampu Perahu Nelayan

Energi merupakan kebutuhan utama sepanjang sejarah manusia. Hingga saat ini kebutuhan terhadap energi semakin meningkat. Di Indonesia sumber energi dari fosil menjadi pilihan utama untuk dimanfaatkan. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan minyak mentah yang ada di alam, akibatnya cadangan minyak bumi semakin menipis yang memicu terjadinya krisis energi. Salah satu upaya untuk mengatasi krisis energi adalah mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dengan cara memanfaatkan sumber energi alternatif. Misalnya energi air, energi angin, energi matahari, energi panas bumi dan energi nuklir.

Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan energi alternatif yang sekaligus mendukung lingkungan yang bersih serta mencegah pemanasan global, antara lain: energi air, energi angin, geotermal, biofuel turunan kedua (dari limbah pertanian, limbah kayu, dan limbah lainnya), etanol biomasa, sistem kogenerasi fuel-cell untuk rumah tangga, dan sistem serupa lainnya (masih terus diteliti).

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat menjawab kebutuhan energi alternatif. Pemanfaatan energi angin dapat dilakukan dimana-mana, baik di daerah landai maupun dataran tinggi, bahkan dapat diterapkan di laut. Kondisi geografis yang dimiliki Indonesia yang merupakan Negara Kepulauan yang memiliki daerah garis pantai yang panjang dan lautan yang luas merupakan sebuah nilai lebih untuk pemanfaatan energi angin.

Kota Padang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Barat yang berada pada garis pantai, banyak dari masyarakat daerah sekitar pantai berprofesi sebagai nelayan. Pada saat sekarang ini Nelayan kerap dihadapkan pada besarnya pengeluaran saat melaut. Masyarakat nelayan tradisional umumnya menggunakan solar untuk mesin perahu atau kapal, serta minyak tanah untuk bahan bakar lampu petromaks. Permasalahan dicabutnya subsidi minyak tanah akan menjadikan permasalahan besar bagi nelayan di Indonesia, karena seluruh kegiatanya mengunakan minyak tanah, seperti untuk menangkap ikan di laut nelayan mengandalkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu petromak.

Dari permasalahan tersebut, maka perlu dicarikan solusi dengan memanfaatkan energi angin pada saat nelayan berlayar pada waktu sore hingga malam hari. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan cara memutar turbin angin yang dihubungkan ke generator kemudian hasilnya disimpan dalam elemen penyimpan.

Sementara itu berdasarkan hasil pengukuran Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Kota Padang pada tahun 2010 memiliki kecepatan angin berkisar antara 0,77-7,70 m/s. Kecepatan ini tergolong jenis kecepatan angin rendah hingga menengah. Sehingga turbin angin yang cocok adalah jenis turbin savonius.

Turbin angin poros vertikal tipe savonius adalah tipe turbin angin yang mampu mulai berputar pada kecepatan angin rendah karena memiliki self-starting yang tinggi. Turbin angin ini memiliki kontruksi sederhana sehingga dapat diaplikasikan pada skala kecil hingga menengah yang dapat diterapkan dan ditempatkan dibeberapa posisi di perahu nelayan. Turbin angin akan dihubungkan ke generator, kemudian energi listrik yang dihasilkan oleh generator disimpan dalam elemen penyimpan energi listrik (baterai).

Desain 3D Tasavo

Melihat besarnya manfaat yang dihasilkan dari turbin savonius, maka perlu rasanya mengembangkan, mencari serta memanfaatkan potensi energi angin di daerah laut untuk membantu nelayan dalam hal penerangan untuk mencari ikan. Salah satu bentuk pemberdayaan dengan model seperti ini rasanya akan lebih mempercepat peningkatan kesejahteraan hidup nelayan. Hal ini dikarenakan tidak hanya pemerintah yang bertanggung jawab semata namun Akademisi atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan kondisi perikanan dan kelautan Indonesia dapat langsung memberikan kontribusi nyatanya bagi kehidupan nelayan. Sehingga bukan tidak mungkin kejayaan maritim nusantara masa silam akan kembali hadir. Habis Gelap terbitlah Terang.





24 Juli 2016

Jin Ngintip Kamar Kost


Nah ketangkep basah nih keluar malem. Ehh om jin kenapa? Kok dari tadi ane lihat dari kejauhan ngintip kamar orang sampai gemeteran kaya kemasukan setan (edisi setan kemasukan setan). Tengah malam begini lagi. Jadi gmana ceritanya ini?
“Son toloyo, ane lagi ketakutan gini masih dibecandaain aja”jawab om jin, “ sama yang ada didalam kamar kost wisma negara”
“Mukeee gile...! keturunan Jin LgBt lu yakk, gaya sangar , mental nasi rasan.”
Eente lihat dah di dalam wisma itu, saban hari kita kan bertetanggaan, setiap waktu azan pasti mereka mereka memenuhi panggilan penciptanya. Begitu juga malam ini ketika mereka pada di kamar dengan 2 orang insan didalamnya, yang pertama lagi puless miring menghadap ke kanan , nah yang satu lagi lagi khusuk-khusuknya beribadah.
OMG, ternyata itu permasalahannya, gemeteran keringet basah seperti hp sejuta umat dengan modus getar. Si OM TAKUT SAMA YANG LAGI IBADAH YAA, takut di baca-bacain doa, terus lenyap seperti abu gosok...Hhaa?Jadi abu?emang beneran?
Bukan yang lagi ibadah itu son, ngerti ora son? Yang disampingya bae lah. Yang sedang tidur puless. Bujuk busyet dah, warbinasa..meskipun dia gak lagi ibadah tapi ane takutnya setengah mati sama dia yang lagi puless banget tidurnya..soalnya dia orang yang BERILMU!!
Lah bukannya dia temen kita omm yang punya ILMU , nuuntut-nuntut kebal dibacok??
Kalo itu iya bener sahabatan kita mah, yang puasa gak makan-makan( emang ada yaa?)*mikir keras
Sueerr,,,sumpeh dah soonn,,yang ini orang berilmu, suka menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu agama (akhirat). Soalnya soon orang yang berilmu lebih ane takuti dari pada orang yang ahli ibadah yang tidak berilmu... cause I think ,Ahli ibadah yang tidak berilmu lebih mudah untuk ane gelincirin  ke dalam neraka sonn, ngerti ora son!!

*Edisi revisi Cerita ini Fiktif.

Namun jangan dianggap sepele, ilmu memang mampu meletakan manusia beberapa derajat lebih tinggi dari manusia lain, Wahyu Allah Swt menerangkan dalam Surah Al Mujadalah :11

“ ............Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.”

Dan untuk kita kita yang masih “Mumpung Muda” mempunyai kesempatan dan kekuatan agar memiliki nafsu yang besar untuk menuntut ilmu, karena jika kita ingin mendapati/meraih dunia maka raihlah dengan ilmu. Jika ingin meraih akhirat maka raihlah dengan mempelajari dengan serius ilmu pemahaman Agama Islam. Dan berkeinginan keduanya maka intinya adalah dengan Ilmu.


21 Juni 2016

Belajar meraih Impian

Jika kau tidur hari ini maka akan kau dapati mimpi, jika kau belajar hari ini maka impian akan kau dapatkan.

Tidur merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan makhluk hidup, bahkan menjadi suatu keharusan untuk mengistirahatkan raga dari aktivitas sehari-hari, tidak hanya manusia loh yaa yang butuh tidur, hewan tumbuhan juga butuh tidur/istirahat. Namun apakah tidur mampu merefresh dan mereset tubuh akan kebutuhan aktivitas yang menyita dan menguras tenaga kita selama seharian atau tidur sudah menjadi kebiasaan yang mengatasnamakan tidak ada lagi kegiatan(sepi aktivitas).

Hal ini akan kita kupas tuntas terkait kebiasaan tidur bagi sebagian mahasiswa yang telah di survey oleh Family 100 . Bagi kebanyak mahasiswa, kebutuhan akan tidur semakin berkurang, penyebabnya,

Pertama, biasanya deadline tugas yang penting dan mendesak yaa, tugas besar dari dosen maupun dari hasil praktikum, yang terkadang laporannya bisa buat bantal dan bisa di jadikan sajadah, lebar dan panjang.

Kedua, sudah mengakar lifestyle mahasiswa kongkow2 dengan kerabat sahabat dan genks sampai pagi, apalagi kalo klub kesayangan sedang bertanding, atau musim durian sudah datang (whatss).

Serta yang Ketiga ketika memang kebutuhan hidup telah terdesak, maka siklus mahasiswa juga akan berkurang dengan porsi waktunya untuk MENYAMBUNG HIDUP mencari 3 piring nasi sehari dan demi melanjutkan karirnya sebagai mahasiswa di suatu Universitas.

Meskipun banyaknya aktivitas mahasiswa namun jangan dikesampingkan hak tubuh terutama mata untuk diistirahatkan.itu sudah sunatullah.. “Sesungguhnya tubuhmu punya hak atas dirimu. Kedua matamu memiliki hak atas dirimu,” sabda Nabi Saw (HR. Bukhari dan Muslim).

Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.” (QS. Yunus:67).

Penjelasannya sudah cukup jelas ketika masa waktu sudah diatur penjadwalan kerja dan juga efektifitasnya. Malam untuk istirahat dan siang untuk mencari karunia allah swt.
Namun yang jadi permasalahan selanjutnya oknum mahasiswa, Biasanya kalo udah capek dan bingung gak ada kerjaan pasti dahulukan memejamkan mata, meskipun ada saja tugas atau tumpukan amanah yang belum terselesaikan, atau bahkan menunda pekerjaan baik ketika waktu sempit dan waktu luang, karena kebiasannya sudah mengakar yaitu kebanyakan tidur.

“Hai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berilah peringatan!”(QS.74: 1-2)

 Ini adalah sebuah seruan langsung. Untuk menanggalkan kemalasan dan melawan tabiat serta sesuatu yang disukai oleh manusia, yaitu bersantai-santai, tidur atau menjahui resiko dan bekerja keras.Orang yang berselimut sering kita konotasikan sebagai orang yang sedang tidur maka dari itu
“Bangunlah. Lakukan sesuatu yang berarti.Selagi masih ada kesempatan.” Kira-kira seperti itulah pesan Allah pada kekasih-Nya

Jika tidur kita lebih cepat akan membuyarkan rencana-rencana esok hari, bahkan akan terlalaikan setiap tugas, kita harus memanfaatkan waktu jangan sampai kita dipermainkan waktu, jadi jangan kebanyak tidur yaa, kita tidur hari ini tuh Cuma dapet mimpi doank, khayalan tingkat tinggi di bawah alam sadar, tapi jika sepenuhnya kita manfaatkan waktu diatas rata-rata kebanyakan orang untuk belajar, maka pastikan impian itu sudah dekat bahkan akan ada selalu digenggaman tangan kita.Percayalah.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/04/25/50293/tadabbur-surat-al-mudatsir-penampilan-luar-dalam/#ixzz4CCLNniAv

http://ddhongkong.org/siang-untuk-kerja-malam-untuk-istirahat/

11 Juni 2016

Tergesa-gesa


Ketiga pemuda berjalan menyisiri jalan setapak menuju masjid, jalan yang biasa mereka lalui sambil bergelut layaknya anak kecil, kebiasaan ini dilakukan untuk mencairkan suasana dan obrolan lepas mengisi kekosongan jiwa saat berjalan, suara azan sudah lama terdengar semenjak kami berangkat dan berjalan dari pintu rumah yang dikelilingi oleh jiwa-jiwa kepahlawanan yang telah menyatu dengan tanah, hingga beberapa meter lagi kami sampai menuju gerbang masjid, iqomat pun akan segera berakhir, dan kami temui seorang pemuda dengan paras dewasa dan memakai baju gamis warna biru, baju yang jarang kami temui di banyak pemuda desa ini.
Beliau terlihat seakan mengejar sesuatu ketika iqomat dari muazin yang akan berakhir, dan bersiap menyusun shaft diantara jamaah. Ketiga pemuda tadi dengan memperhatikan secara seksama memberikan kesimpulan masing-masing, dan layaknya tersangka suatu kasus hukum, kami berprinsip untuk mengedepankan praduga tak bersalah, meskipun ini hanya kiasan bukan berarti yang bersangkutan bersalah dalam bentuk pidana hukum .
Ayuih : “mungkin ia terkejar untuk membuang hajatnya”
Azaaq : ”ane rasa beliau akan mengejar untuk dapat shalat di shaft pertama”
Amsure : ”PEMUDA INI AKAN MENGEJAR takbir bersama imam, shalat berjamaah dan takbir bersama imam selama 40 hari menurut pendengaran yang saya dengar akan banyak keutamaannya.”
Ketika kesimpulan yang Ayuih sampaikan ternyata beliau sudah masuk dibarisan dan fakta nya terbantahkan, Karena beliau juga sudah menjaga wudhunya dari rumah, Untuk dapat di baris terdepan juga sudah penuh diisi, atau mengejar takbir bersama imam, beliau sudah termasuk kedalam yang masbuk, Artinya beliau memang tergesah-gesah dalam mengejar ibadah shalat berjamaah.
Padahal riwayat nabi yang disampaikan ketika kita berjalan menuju masjid dan kita masbuk hendaknya tidak boleh berlari dan tergesa-gesa, seakan akan mengejar nafsu.
Dari Abu hurairah radhiallahu anhu dari nabi shallaahu alaihi wassalam beliau bersabda:
“jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan , maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan jangan tergesa-gesa.Apa yang kalian dapatkan dari shalat  maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah”(HR. Al-bukhari dan Muslim)
Hal inti yang perlu kita pahami adalah khusyu dan tenang, bukan semata-mata ditinjau kita harus mengikuti imam dari awal, Sebab tergesa-gesa atau terburu-butru datangnya dari syaitan, maka ketika orang yang terburu-buru tadi datang ke masjid pastilah nafas mereka terangah-engah di awal shalatnya dan itu akan berpengaruh pada konsentrasi dan menyebabkan tidak khusyu dan konsentrasi dalam shalat.
Sekian kami laporkan kejadian di TKP,..

1 Mei 2016

Perangkap Tikus

Suatu hari seekor tikus sedang mengintip di balik sebuah tembok rumah petani untuk melihat bungkusan barang yang dibawa petani bersama istrinya, saat membuka sebuah bungkusan, mungkin yang terpikirkan oleh tikus adalah sebuah makanan namun betapa kagetnya sang tikus didapati didalam sebuah bungkusan itu adalah perangkap tikus.
Melihat hal itu , lalu tikus lari terbirit-birit menuju ladang pertanian, guna meminta tolong kepada hewan lain karna ada masalah besar yang dihadapi tikus beserta keluarganya.Ketika ia dapati seekor ayam sedang mengaruk tanah untuk meminta pertolongan dalam masalah besar ini,
Ayam berkata, “Maafkan aku pak tikus, aku tau ini adalah masalah terberat bagimu, namun bagiku pribadi ini bukan masalah ku tuhh, jadi tolong jangan buat aku tambah sakit kepala yaaa.”
Dengan tertunduk tikus lalu pergi meninggalkan ayam, dan menemui kambing yang sedang makan rerumputan, dan memaparkan masalah yang dihadapi saat ini untuk bisa kambing membantu dirinya. Lagi-lagi yang didapati tikus bukanlah solusi namun hanya bantuan doa yang sedikit menyurutkan langkah sang tikus. “wahh aku turut bersedih dengan kabar berita darimu pak tikus, tetapi tidak ada yang bisa ku lakukan selain hanyalah berdoa, yakinlah dibalik doa-doaku kamu senantiasa berada selalu di doa-doaku pak tikus.”Hibur sang kambing Pada Pak Tikus.
Mendengar hal itu tikus kembali mencari hewan lain dan bertemu sang lembu yang sedang istirahat dibawah pohon,” emmmuaaakk,,,mmm perangkap tikus yaaa, jadi saya dalam bahaya besar yaa” ledek si lembu sambil tertawa. Mendengar sikap lembu seperti itu, lalu tikus berbalik badan dengan rasa kecewa, sedih dan putus asa tanpa harapan lagi.
Waktu malam pun tiba ,terdengar suara bergema ke seluruh rumah seperti perangkap tikus telah mendapatkan mangsanya, istri petani berlari dan melihat  ke tempat sumber suara perangkap tikus tadi, didalam ruang kegelapan itu ia tidak bisa melihat, bahwa yang terjebak di perangkap tikus itu adalah ular berbisa dan ular itu sempat mematuk tangan sang istri petani.
Racun pun menyebar ke seluruh tubuh sehingga membuat demam istri petani, sudah menjadi kebiasaan jika setiap orang yang sakit demam maka obatnya adalah sup ayam yang hangat, tanpa berfikir panjang sang petani membuat sup ayam dengan menyembelih ayam miliknya diladang, namun demam sang istri tak kunjung sembuh dan tetangga dan kerabat banyak yang menjenguk, otomatis petani harus menyiapkan makanan untuk kerabat dan keluarga, dengan menyembelih kambing di ladang. Akhirnya bisa ular tak mampu juga dijinakkan sehingga istri petani menemui ajalnya dan meninggal dunia. Dan berpuluh-puluh orang datang untuk mengurus pemakaman dan mengadakan selamatan, tak ada pilihan lain maka lembu di ladang disebelih untuk makanan para kerabat dan keluarga yang ikut melayat dan mengurusi pemakan hingga selamatan.
Dari kisah singkat diatas kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah yang sangat dalam tentang pemahaman kita terkait kesetiakawanan sosial.
            Terkait yang lainnya bagaimana kita membangun kepedulian dalam hal ini saling mengingatkan dan menasehati dalam kesabaran, ketika sebuah maksiat di lakukan seseorang namun tidak kita tegur maupun diingatkan atas kelalaiannya, maka bersiaplah bencana yang dilampiaskan pertama kali bukan lah pelaku maksiat, namun orang – orang yang membiarkannya, ini bukan masalah atau perkara seseorang yang melakukannya saja tapi tidak berdampak pada yang lain, jika musibah datang pasti kesemuannya akan mendapatkan akibatnya.
            “Masalah apa buat lo, yang mabuk gw, yang pacaran gw, yang maksiat gw, kan gw sendiri yang nanggung dosanye, kan gw gak ganggu yang lain.”jawab tanpa dosa.
            “yaa memang yang maksiat kalian, tapi azab allah ketika bumi ini digoncangkan , ketika hujan deras yang meluapkan sungai-sungai, tanah longsor, maupun bencana lain akibat perbuat maksiat kita, semua makhluk yang menaggung musibahnya.”
            Maka dari itu untuk menciptakan masyrakat yang sejahtera, rezeki berlimpah dan terhindar dari bencana, maka kita saling peduli, saling membantu dengan solusi-solusi cerdas yang kita sumbangkan.
            “Ingatlah , sesungguhnya mereka lah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari”Qs Al Baqarah : 12
Mereka tidak akan pernah menyadari sesungguhnya bencana dan musibah bermula dari diri kita yang rusak darisegi akhlak dan sebagai penghammbaan kepada Allah swt.

Perangkap TIKUS


Suatu hari seekor tikus sedang mengintip di balik sebuah tembok rumah petani untuk melihat bungkusan barang yang dibawa petani bersama istrinya, saat membuka sebuah bungkusan, mungkin yang terpikirkan oleh tikus adalah sebuah makanan namun betapa kagetnya sang tikus didapati didalam sebuah bungkusan itu adalah perangkap tikus.
Melihat hal itu , lalu tikus lari terbirit-birit menuju ladang pertanian, guna meminta tolong kepada hewan lain karna ada masalah besar yang dihadapi tikus beserta keluarganya.Ketika ia dapati seekor ayam sedang mengaruk tanah untuk meminta pertolongan dalam masalah besar ini,
Ayam berkata, “Maafkan aku pak tikus, aku tau ini adalah masalah terberat bagimu, namun bagiku pribadi ini bukan masalah ku tuhh, jadi tolong jangan buat aku tambah sakit kepala yaaa.”
Dengan tertunduk tikus lalu pergi meninggalkan ayam, dan menemui kambing yang sedang makan rerumputan, dan memaparkan masalah yang dihadapi saat ini untuk bisa kambing membantu dirinya. Lagi-lagi yang didapati tikus bukanlah solusi namun hanya bantuan doa yang sedikit menyurutkan langkah sang tikus. “wahh aku turut bersedih dengan kabar berita darimu pak tikus, tetapi tidak ada yang bisa ku lakukan selain hanyalah berdoa, yakinlah dibalik doa-doaku kamu senantiasa berada selalu di doa-doaku pak tikus.”Hibur sang kambing Pada Pak Tikus.
Mendengar hal itu tikus kembali mencari hewan lain dan bertemu sang lembu yang sedang istirahat dibawah pohon,” emmmuaaakk,,,mmm perangkap tikus yaaa, jadi saya dalam bahaya besar yaa” ledek si lembu sambil tertawa. Mendengar sikap lembu seperti itu, lalu tikus berbalik badan dengan rasa kecewa, sedih dan putus asa tanpa harapan lagi.
Waktu malam pun tiba ,terdengar suara bergema ke seluruh rumah seperti perangkap tikus telah mendapatkan mangsanya, istri petani berlari dan melihat  ke tempat sumber suara perangkap tikus tadi, didalam ruang kegelapan itu ia tidak bisa melihat, bahwa yang terjebak di perangkap tikus itu adalah ular berbisa dan ular itu sempat mematuk tangan sang istri petani.
Racun pun menyebar ke seluruh tubuh sehingga membuat demam istri petani, sudah menjadi kebiasaan jika setiap orang yang sakit demam maka obatnya adalah sup ayam yang hangat, tanpa berfikir panjang sang petani membuat sup ayam dengan menyembelih ayam miliknya diladang, namun demam sang istri tak kunjung sembuh dan tetangga dan kerabat banyak yang menjenguk, otomatis petani harus menyiapkan makanan untuk kerabat dan keluarga, dengan menyembelih kambing di ladang. Akhirnya bisa ular tak mampu juga dijinakkan sehingga istri petani menemui ajalnya dan meninggal dunia. Dan berpuluh-puluh orang datang untuk mengurus pemakaman dan mengadakan selamatan, tak ada pilihan lain maka lembu di ladang disebelih untuk makanan para kerabat dan keluarga yang ikut melayat dan mengurusi pemakan hingga selamatan.
Dari kisah singkat diatas kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah yang sangat dalam tentang pemahaman kita terkait kesetiakawanan sosial.
            Terkait yang lainnya bagaimana kita membangun kepedulian dalam hal ini saling mengingatkan dan menasehati dalam kesabaran, ketika sebuah maksiat di lakukan seseorang namun tidak kita tegur maupun diingatkan atas kelalaiannya, maka bersiaplah bencana yang dilampiaskan pertama kali bukan lah pelaku maksiat, namun orang – orang yang membiarkannya, ini bukan masalah atau perkara seseorang yang melakukannya saja tapi tidak berdampak pada yang lain, jika musibah datang pasti kesemuannya akan mendapatkan akibatnya.
            “Masalah apa buat lo, yang mabuk gw, yang pacaran gw, yang maksiat gw, kan gw sendiri yang nanggung dosanye, kan gw gak ganggu yang lain.”jawab tanpa dosa.
            “yaa memang yang maksiat kalian, tapi azab allah ketika bumi ini digoncangkan , ketika hujan deras yang meluapkan sungai-sungai, tanah longsor, maupun bencana lain akibat perbuat maksiat kita, semua makhluk yang menaggung musibahnya.”
            Maka dari itu untuk menciptakan masyrakat yang sejahtera, rezeki berlimpah dan terhindar dari bencana, maka kita saling peduli, saling membantu dengan solusi-solusi cerdas yang kita sumbangkan.
            “Ingatlah , sesungguhnya mereka lah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari”Qs Al Baqarah : 12
Mereka tidak akan pernah menyadari sesungguhnya bencana dan musibah bermula dari diri kita yang rusak darisegi akhlak dan sebagai penghammbaan kepada Allah swt.