15 September 2015

Ke Kampus Ngapain???



Ke Kampus Ngapain???

Anda ke ngampus mau apa? hanya kuliah, terima informasi di ruang kelas? kumpul dengan kawan2 atau menghabiskan waktu di cafe campus.?

Pernah dengarkan ya pesan seperti ini ”Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu? dan jangan pula jadi mahasiswa kura-kura? meskipun sumber pernyataan ini sulit untuk ditelusuri referensinya. Maksudnya seperti ini, mahasiswa kupu-kupu mahasiswa tipe kuliah-pulang-kuliah pulang. Ketika mahasiswa ini hadir dikampus untuk kuliah dan selesainya langsung pulang. Dapat dianalogikan seperti kupu-kupu, kampus hanya sekedar tempat persinggahan untuk menimba ilmu yang ada di kurikulum pendidikan doank.itu.
 
Dan lain halnya mahasiswa kura-kura, kuliah rapat-kuliah rapat. Dapat dianalogikan dengan kura-kura yang berjalan lambat, saking cintanya dengan aktivitas rapat di organisasi sehingga lambat juga kelulusannya, waduh gawat juga inihh.

Dan kami kembalikan lagi pertanyaan besar kepada anda. Sebenarnya apa sih tujuan dari Ngampus itu ? Yuk kita tinjau dulu lebih mendalam tentang tujuan pendidikan perguruan tinggi melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 15U/1998 Tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Di Perguruaan Tinggi, bahwa pengembangan kehidupan kemahasiswaan adalah bagian integral dalam sistem pendidikan nasional sebagai kelengkapan kegiatan kurikuler.

Mahasiswa yang katanya punya peran global sob, sebagai iron stock, sosial control, agent of change serta yang paling penting moral force. Tentu hal tersebut tidak akan pernah terwujud jikalau mahasiswa ke kampus hanya kuliah dan kuliah. Nah untuk mewujudkannya diperlukan media yaitu berupa organisasi. Kampus sekali lagi merupakan representasi kehidupan bermasyarakat, makanya kampus sering dikatakan miniatur sebuah Negara, dan suatu saat mahasiswa akan dihadapkan untuk terjun ke masyarakat untuk itu dipersiapkan dari sekarang.

Sebenarnya tatanan kehidupan kampus hari ini merupakan peluang yang sangat besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman yang tidak akan pernah kita dapati di bangku perkuliahan. Organisasi merupakan media untuk mengasah keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan bermacam-macam karakter orang 

Konon katanya banyak yang bilang interaksi sosial di jaman perkuliahan jauh lebih signifikan mempengaruhi kesuksesan kita ketimbang nilai (baca :IPK) akademis. Gak jarang nih, interaksi sosial yang dikembangin di jaman mahasiswa ini akhirnya membentuk arah hidup mereka ke depannya.

Pembahasan diatas mungkin sedikit telah memberikan gambaran bagaimana seharusnya menjadi mahasiswa ideal yang memanfaatkan masa kuliah dengan efektif. Akhirnya, apakah pantas kita dikatakan sebagai mahasiswa yang mempunyai idealisme? atau kita termasuk ke dalam tipe mahasiswa kupu-kupu? atau mungkin kita termasuk tipe mahasiswa kura-kura? jawabanya kembali kepada diri kita dan sejauh mana kita ingin berubah.


Rizki Muhamad Amsor
Mahasiswa Teknik Mesin Angkatan 2011.
Gubernur BEM KM FT Unand
Kabinet Langkah Baru


11 September 2015

Sang Pembelajar



Sang Pembelajar
***
Terkadang menjalankannya akan lebih sulit ketika pada amanah itu diemban, ketimbang sang komentator dengan serunya menganalisa serta menganalisis, paham seluk beluk maupun lika liku kenyataan yang dihadapi, kamu harus ini kamu harus itu dan ikuti saja jika itu benar, akan menjadi perkara dan mimpi buruk bagi penggiat sang pembelajar.

Pegangan prinsip tetap sama, tapi aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang. Sang pembelajar akan tetap terus belajar dan tentunya bereksperimen untuk menguji hasil dari hipotesa. Jelas nantinya bisa saja hipotesa ini dapat diterima maupun tidak. Namun bagiku percayakan sajalah, toh Allah swt telah menetapkannya di Lauh Mahfuzh jalan hidup kita masing-masing.

Kita bukanlah sang hakim, namun kita dapat berperan menghakimi diri sendiri jika itu diperlukan untuk evaluasi. Intropeksi kedalam menjadi cara jitu untuk dapat mengubah jalannya kehidupan, baik itu ditataran pribadi masing-masing insan maupun hubungan spritual dengan yang maha pemilik.

Misteri rahasia yang akan menjadi bumbu penyedap, kalo gak gitu, yagitu deh. Tahap perjalanan yang ini dan yang itu  akan berbeda sesuai dengan kadarnya masing-masing, serius menjalani , terlihat dapat diarahkan, mudah terpengaruh dan dipengaruhi, akan santapan pas untuk dibinasakan.,eh dibina maksudnya.mmm.Sekali lagi ikuti sajalah selagi itu baik bagimu.

Menurutku dan pandangan agak ketengahan ini, inilah rahasia illahi itu, sang pembelajar langsung dapat belajar difasilitas yang amat canggih ini sampai detik ini. Kajian mendalam, penuh perenungan, terlibat langsung dan turun tangan, mampu memilah – milah, dididik dan terdidik, terima kasih yaa Allah, Alhamdulillah cahaya itu masih ada, untuk orang-orang yang mau belajar dan terus belajar dari banyak sisi dan fungsi.

17 Agustus 2015

70 th Merdeka Indonesia



Apakah Indonesia sudah Merdeka?

Sejarah peradaban masa lalu mengajarkan bahwa masa kegelapan akan berganti, cepat atau lambat, pasti akan adanya perubahan.Cita-cita untuk keluar dari hegemoni ketertinggalan, penindasan, kebodohan.

Kita mengenal sosok-sosok insan yang mampu mendedikasikan demi sesuatu keyakinan bahwa habis gelap pastilah ada terang,  jikalau keputusasaan tidak lebih unggul dari pekat darah perjuangan. Setiap masa ada saja masalah yang menjadi point penting untuk dipercepat penyelesaiannya, dan disetiap masa jugalah akan ada pelopor penggeraknya.

Indonesia aku peduli merupakan hal terkecil dari perubahan akan bangsa ini untuk masa depan, bagaimana cita-cita kemerdekaan akan mampu terlaksana, jika sedikit kepedulian dan kepentingan untuk bangsa ini masih kurang bahkan mengkhianati tumpah darah para pendiri bangsa.

Apa yang anak bangsa rasakan hari ini adalah tidak lepas dari kehidupan didekatnya, skala terkecil itu adalah personal warga masyarakat. Maka mulai dari sendiri lebih efektif, menyalakan lilin api kehidupan lebih baik dari pada terus mengutuk kegelapan. 

Kawan, dahulu proklamator kita Bung Hatta pernah berpesan “Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri”. -Bung Hatta-

Mari kita satu-persatu menguraikan benang yang kusut, para pendahulu telah menyatukan perbedan-perbedaan dengan anugrah sang maha kuasa atas kemajemukan bangsa ini.Sudahlah, pertanyaan yang harus cepat dijawab adalah Apakah Indonesia sudah Merdeka? lalu Apakah mahakarya yang sudah kita lakukan dan persembahkan untuk sebesar-besarnya untuk sesama dan bangsa indonesia?

AYO KERJA,Kerja Ikhlas,Kerja Cerdas.
#DIRGAHAYU Negara Kesatuan Republik Indonesia
Bangga bisa dilahirkan di tanah surga ini.

16 Juni 2015

Kuliah Tamu



Pada kesempatan kuliah pada minggu ke 14 yaitu tanggal Jumat 22 Mei 2015 mata kuliah kewirausahaan kehadiran kuliah tamu seorang pengusaha, penulis dan juga sebagai wartawan . Beliau adalah Drs. Bustami Narda. Saat ini ia dikenal sebagai seorang penulis dan motivator yang sukses dan telah menghasilkan beberapa karya. Beberapa bukunya tentang motivasi, seperti Rahasia Bisnis Orang Padang, Menjadi Orang Kaya Raya dan Menjadi Mahasiswa Kaya Raya serta Seni Berkomunikasi saat ini telah beredar di seluruh Indonesia.

Kegiatan Pak Bustami tidak berhenti sebagai penulis, saat ini ia juga aktif sebagai motivator tentang kewirausahaan di kampus-kampus. Seperti halnya beliau menyampaikan story success dan perjalanan hidupnya yang dapat memotivasi kami sebagai mahasiswa yang mengambil kuliah kewirausahaan, kesempatan yang jarang sekali dapatkan terkait bagaimana memotivasi diri untuk menjadi seorang yang sukses baik itu saat mengejar kehidupan dunia dan dengan keseimbangan mengejar akhirat.

Kuliah umum sudah menjadi hobby bagi beliau, dia tidak pernah merasa malu mengemukakan jalan hidupnya yang penuh onak dan duri, yang penuh dengan pahit getir, di mana saja dia memberikan kuliahnya.
 Menurut Bustami lagi, kepahitan hidup yang dia kemukakan itu diharapkannya bisa menjadi motivasi bagi audiens. Dia yang hidup di tengah keluarga susah, yang terlahir dari orangtua tak pernah sekolah sehari pun, bisa jadi penulis buku, apalagi yang hidup dalam serba kecukupan dan lahir dari keluarga berada.

Dalam hidup ini kata Bustami yang tidak boleh putus asa, gengsi-gengsian, segan memulai usaha dari bawah, sombong, tidak jujur dan tidak percaya diri. Karena itu, dia mengajak siapa saja untuk mau berusaha keras, tanpa kenal lelah, selalu memiliki harapan dan selalu berdoa pada Allah SWT. Tancapkan impian jauh di sana dan kejar dia terus. Jangan pernah berhenti berusaha sebelum mendapatkan impian tersebut. Siapa yang bersungguh-sungguh, nisacaya akan berhasil. 



“Orang yang tidak bersungguh, ada juga yang berhasil tetapi jauh lebih sedikit dibandingkan yang bersungguh-sungguh”, ungkap Bustami

“Man jadda wa jadda (siapa yang bersungguh sungguh pasti dapat)”tegasnya lagi.

Dan tak lupa Pak Bustami menyampaikan ayat inspirator yang diambil dari surah ar-Ra’d ayat ke 1 1 yaitu: Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Jadi tolak ukur kita untuk mencapai keberhasilan dimulai dari pribadi diri kita masing-masing. Bukan saatnya bicara bisa atau tidak bisa, akan tetapi mau atau tidak mau kita untuk merubah keadaan kita dari yang sebelumnya.



Cita-cita                                                                                                             Sukses

                 Ketika digambarkan bahwasanya cita-cita menuju keadaan yang diinginkan yaitu kesuksesan, maka akan dilalui sebuah perjalanan yang panjang, tidak instan dan penuh pengorbanan. Jalankann saja dahulu, maka ketika dihadang dengan sedikit cobaan, anggap saja sebuah kerikil-kerikil penghalang, jangan pernah menyerah, kemungkinan ketika yang kita anggap dalam sebuah kegagalan pasti sebentar lagi akan muncul kesuksesan, tergantung sebagaimana kita menghadapinya dengan kesabaran. Ada sesuatu pepatah mengatakan “Ketika malam semakin pekat itu bertanda pagi sudah mulai mendekat”.

                 Kiat-kiat terakhir yang disampaikan Pak Bustami, karena memang dalam kuliah kewirausaahan, maka ada sedikit menggambarkan suasana model pengusaha.Seorang Pengusaha adalah memiliki Tekad yang kuat, berpegang pada prinsip kejujuran dan sekali lagi jangan pernah sombong.








27 April 2015

Hari Bumi 2015

HAAHHHA lah lamo ndak di refressh ini blog........cerita dikit ahhh

Kemarin, Minggu 26 April 2015 masih dalam rangka memperingati Hari Bumi 2015 dan sekaligus Lustrum 6 Fakultas Teknik, salah satu Himpunan di Fakultas Teknik yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) melakukan aktivitas penanaman bibit pohon secara simbolis di sekitar pelataran taman TITL. Hal ini merupakan kegiatan bermanfaat bagi mahasiswa untuk kembali mengingat pentingnya kita sebagai mahasiswa untuk tetap peduli dan terus bersama-sama menjaga bumi yang kita diami saat ini. Salah satu kontribusi nyatanya proses penanaman pohon  dan menjaganya hingga tumbuh berkembang, tentu tidak hanya itu masih banyak hal lain yang sangat sederhana bisa kita terapkan, contoh kecil saja tidak buang sampah sembarangan, serta edukasi yang bisa kita berikan ke sesama untuk kampanyekan ramah lingkungan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang melakukan perbaikan, seperti halnya tertera dalam surat Al Baqarah:11-12

"dan apabila dikatakan kepada mereka,"janganlah berbuat kerusakan di bumi!"mereka menjawab,"sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan"
ingatlah sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan ,tetapi mereka tidak menyadari.







Acara ini juga mengingatkan saya pada memori indah sewaktu duduk di bangku SMK 26 Pembangunan Jakarta Timur tepatnya di kelas 2 dalam acara Pentas Seni bertemakan Go Green dengan menyumbangkan beberapa bibit pohon pada pihak sekolah. Meskipun sederhana namun dengan langkah pasti dan dari dini kita sudah harus pandai merawat Bumi.








Ayo jaga bumi kita!!!