22 Desember 2014

Bingkisan untuk Ibu

Dihari yang spesial teruntuk sosok yang sangat luar biasa, yang telah berjasa besar demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk zuriyat, mengasihi dan menjaga selama 9 bulan dengan keadaan yang susah payah hanya sekedar menjaga janin, calon insan.Mengasuh tanpa kenal lelah sampai saat ini, sampai saat tulisan ini kubuat hanya untukmu madrasah kehidupanku.Semoga kita diselamatkan dari dunia yang dengan penuh fitnah dan fana ini, semoga allah ta’ala menyelamatkan keluarga kita dari panasnya api neraka dan mengumpulkan kita didestinasi terakhir yaitu jannahnya.
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, para sahabat dan seluruh pengikut mereka dengan baik hingga hari kiamat
Ibu yang tercinta. Dalam keadaan apapun semoga Allah swt memberikan umur yang bermanfaat dan diberikan kesehatan untuk terus melakukan amal dan kebajikan.Kini ambo telah menapaki fase kekanakan, pubernitas dan insya allah, kedewasa berpikir dan besikap, itu semua sekali lagi tidak lepas berkat bimbingan dan asuhan ibu. Tiada balasan yang bisa ananda berikan untuk menebus kebaikan Ibu selain doa yang selama ini kami diajarkan Allahummaghfirlana wa li waalidainaa, warham huma kamaa rabbayanaa shighaara dan harapan semoga Allah membalasnya dengan kebaikan sebanyak-banyaknya.
Karena ananda sering teringat akan pesan kanjeng Nabi Muhamad saw.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”. Kemudian beliau ditanya apalagi amal yang paling dicintai sesudahnya. Beliau pun menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua” (HR. Bukhari)
Berbakti kepada bunda paling utama amalanya nomor dua setelah melaksanakan shalat tepat pada waktunya dan bahkan nomor urut kedua dosa besar jika ananda membuat kecewa dan menyakiti hatimu .Sampai-sampai Nabi memasukkan dosa durhaka kepada sebagai dosa besar yang terbesar setelah dosa syirik. Beliau bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan tentang dosa besar yang terbesar?” Maka para sahabat mengatakan, “Tentu mau wahai Rasulullah”. Maka beliau mengatakan, “Yaitu mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibunda, putramu telah mendapatkan banyak pelajaran berharga, ananda bersyukur engkau telah susah payah menyekolahkan kami ke jenjang yang lebih tinggi, berkumpul dengan kaum intelektual, status mahasiswa yang banyak diluar sana yang seumuran dengan diriku mengidam-idamkannya.Engkau memikirkan dan memeras keringat dari biasanya hanya untuk melihat anakmu yang akan meraih gelar sarjana, jauh lebih baik dari pendidikanmu. Sungguh ini semua tidak akan terjadi tanpa pertolongan Allah berkat usaha dan doa-doa yang kau sisipkan dishalat malammu. Inilah nikmat yang sangat agung. Ketika kami mengarungi status ini bersama para penuntut ilmu lainnya, ananda dipertemukan dengan cahaya hidayah dikampus hijau melalui ukhuwah islamiyah serta lingkungan perkuliahan yang  kami pun menemukan kebenaran. Tentu saja kami bergembira mendapatkannya. Sebagaimana dulu sewaktu masih kecil aku sangat senang dimanjakan. Sungguh tiada kebahagiaan dunia yang melebihi kebahagiaan berjalan di atas hidayah.
Wahai Amaku, Putramu Ingin Mengadu Kepadamu…
Setelah kami dapatkan ilmu seteguk demi seteguk, sehelai demi sehelai yang kami goreskan dengan tinta hitam, ternyata hanya tuntutan pendidikan yang memaknai hanya kecerdasan , rutinitas yang membosankan mengejar target IPK, sebagai tuntutan pasar globalisasi untuk kehidupan yang kompetitif dan survival, pendidikan yang mencetak robot-robot manggut-manggut.Itu mungkin penilaian hasil observasi pemikiranku, semoga harapan didoamu tidak seperti itu.
Miniatur kehidupan ada semua dikampus, dengan heterogennya.Seakan-akan tidak bisa dibendung lagi faham-faham yang banyak diterima oleh kalangan mahasiswa ini, yang terus menerus dipengaruhi dan akhirnya terpengaruh. Dan amat disayangkan mahasiswa yang beragama Islam yang sudah tidak paham lagi dengan ajaran agamanya. Mereka meniru budaya dan pemikiran orang-orang kafir. Akhirnya mereka besar dan tumbuh di atas nilai-nilai yang jauh dari nafas ajaran Islam.Kini tampak adalah asap dan debu maksiat disertai teriknya kezaliman yang menyengat dan membakar kepala.
Seiring langkah berjalan, kami dihadapkan suatu pilihan dijalan yang diridhai Allah.Dakwah namanya Bu.Tugas setiap muslim untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran, menyeru untuk kembali kepada Allah SWT dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik.Suatu pekerja yang terbaik  dan perkataan yang layaknya tertulis dalam firman allah swt “dan siapakah yang lebih baik perkataanya dari pada orang yang menyeru kepada allah dan mengerjaka kebajikan dan berkata ,”sungguh aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri).(QS:fushilat 41:33).
Semoga pekerjaan yang mulia ini menjadi tabungan amalku dan untukmu sebagai amalan yang mengalir tiada putus-putusnya.”Jika anak adam meninggal, maka amalanya terputus kecuali dari tiga prkara, sedekah jariyah(wakaf), ilmu yang bermanfaat,dan anak shaleh yag berdoa kepadanya”(HR Muslim).
Tidak ada kado serta ucapan dikartu, hanya doa dan kesugguhan hati kami yang bisa kami berikan, kami tahu pasti tidak akan tergantikan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya meskipun diganti oleh apapun didunia ini.Semoga aku bisa menjadi harapan ditengah gersangnya problematika multi dimensi, menjadi pribadi yang membanggakan dirimu, bahwa anakmu bisa bermaafaat untuk orang lain ,bangsa dan agama.
Ampuni Ananda jikalau selalu membuat hatimu terluka, aku sematkan doa-doa ku untukmu untuk menembus kekuranganku melayanimu, untuk melunasi hutang jiwa ini terhadap seorang anak kepada Ibu.Ridhoilah anakmu karena ridho allah tergatung ridho orang tua.Doakan lah aku Ibu agar aku bersemangat menyambung ibadahmu berbekal akal, ilmu dan iman yang kau ajarkan dahulu.
.           Inilah bingkisan untuk Ibu dihari Senin tepat tanggal 22 desember 2014 dinegeri zamrud khatulistiwa ini sering disebut Hari Ibu.Walaupun hanya seremonial waktu, namun bagiku tiap hari-hariku adalah untukmu.Semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya amin.
.

21 Desember 2014

CITA ITU

Cita itu terpatri saat belajar kisah dari adurrahman bin auf, yang menginfakkan seluruh hasil perniagaannya sebanyak 700 ekor unta dan isinya untuk perjuangan umat islam.

Cita itu terukir ketika mengingat ustman bin affan yang menginfakkan dengan 1000 ekor unta dan muatannya.
Dan mimpi itu terinspirasi dari ingatan abu bakar yang menyumbangkan seluruh hartanya untuk dakwah islam. Ya seluruhnya, yang disisakan untuk istri dan anak-anaknya hanyalah keimanan pada Allah, dan RasulNya. Subhanallah.


Belum berbuat banyak demi wujudnya impian itu yang masih berfikir panjang menyisakan sedikit uang saku, penghasilan, dan harta yang kita punya untuk perjuangan ini,
Ketika belum maksimalnya mimpi yang telah tergores di dinding sekre tercinta,coretan manis di awal perjalanan,Demi menciptakan keberlimpahan kapal besar panutan.Kini tibalah pertanggungjawaban itu.
‪#‎mubesfki12‬

17 Desember 2014

Karena tuhan tahu, kita mampu.

Allah sudah menyediakan solusi bagi setiap permasalahan yang ada, jangan kita takut akan masalah yang silih berganti, padahal allah berjanji ada solusi dibalik masalah-masalah yang menghimpit.Jalani keadaan yang paling terberat dalam hidupmu, belajar menyelesaikan yang diluar dari keadaan nyaman dirimu .Jangan jadi pengecut sehingga kita tidak berkarya.

Saat rasullullah dan para sahabat memutuskan untuk hijrah dari mekkah menuju madinah, disaat itu keputusan untuk mengambil segala resiko, baik meninggalkan kampung halaman , meninggalkan harta benda , meninggalkan keluarga demi meraih sesuatu yang lebih baik meskipun cobaan dan rintangan akan banyak muncul didepan.Disinilah letak keyakinan bahwasanya setiap masalah yang akan ditemui, Allah swt telah menyiapkan solusi terbaik.

Kembali pada diri yang saat ini belum sepenuhnya berfikir lebih dalam, hakekat sebenarnya diri pada fungsi diciptakannya.bukankah setiap detik akan timbul masalah dan akan dihadapkan pada masalah ,lawan ketakutan hingga menembus batas terakhir perjuangan, tabiat dalam perjuangan tidak akan pernah mulus,dan takkan pernah terselesaian suatu masalah tanpa dihadapi masalah tersebut.cara menyelesaikan suatu masalah maka hadapilah masalah tersebut.Kenapa masalahku sangat banyak, jawabanya karena Allah sungguh sayang padamu, karena allah tahu kita mampu dalam mengarungi samudra kehidupan yang didalammnya dengan pernak-pernik masalah, sekarang, kini dan nanti masalah bukan lagi suatu hal yang pertama dimunculkan namun bicarakan visi dan tujuan serta orientasi solusi agar tercapainya kualitas kehidupan.

2 November 2014

Tunggu apa Lagi ??

Tahukah  anda siapakah orang yang bangkrut itu? dia adalah orang-orang yang selalu dihadapkan momentum untuk beramal kebaikan namun menunda-nundanya.Tunggu apa lagi? tunggu hari esok yang belum pasti, tunggu menjadi kaya raya baru mau nyumbang dan sedekah, tunggu ilmu nya banyak dulu dah baru mau berdakwah.
Kata-kata seperti “iya nanti sajalah” atau “kalau bisa besok kenapa harus sekarang” Kontraproduktif dengan orang-orang sukses yang memanfaatkan hari ini untuk esok yang lebih baik. Hal tadi sering kita ungkapkan dan dengar untuk memaklumi sikap menunda perbuatan baik.
Sudah menjadi hal yang biasa ketika azan bekumandang,,”hayyallah sholah”’ada di suatu wilayah dikampung ambo di kadai kopi membalasnya dengan “”taruih see laahh”’,,”hayyallah sholah””...”taruih seeee llaah.”suatu anekdot yang sebagian pernah kita alami dan kita temui, entah diri kita atau orang disekitar kita, menunda-nunda dalam melaksanakan dan mendirikan shalat, padahal shalat lebih afdhal dilaksanakan diawal waktu dan berjamaah lagi karena ada pahala terbaik diberikan allah swt kepada yang melaksanakannya, tanpa disadari itu terus berlangsung , menunda-nunda menjadi hal yang biasa, sementara diwaktu yang bersamaan kita tak memiliki urusan yang penting kecuali berleha-leha, duduk santai , ngobrol yang tak perlu.
Jika disuatu waktu menunda pekerjaan yang mana pekerjaan itu juga suatu amal kebaikan, dan memang kesibukan kita disibukan oleh kebaikan maka beruntunglah sungguh hari-harinya menjadikannya sibuk dengan kebaikan, keuntungan diri dan orang lain.Tidak masalah ketika jika kemudian porsi waktu dapat diatur dan membuat urutan prioritas yang harus dilakukan sesuai dengan tingkat urgensinya.
Namun tunggu apalagi jika waktu luang , banyak waktu yang benar-benar dikatakan waktu senggang ketika itu kita tak menghadiri majelis ilmu, murojaah, menulis artikel bermanfaat, meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.
Mari sejenak kita mengingat perihal waktu dari nasehat imam asy-syafii, ”aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain 2 hal. dia mengatakan bahwa waktu bagaikan  pedang . jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”Hasan al bashri mengatakan ,” wahai  manusia ,sesungguhnya kalian hanya kumpulan hari , tatkala suatu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”
Tuh..kan ,apalagi jika setiap detik yang kita sia-siakan   akan dipertanggungjawabkan , itu tergantung pilihan kita , aksi cepat dengan respon memikat atau loyo dengan gaya peace sambil berujar nanti sajalah, guwe kan lagi nyantai , lagi nyaman nih PW.Sudah saatnya kita katakan ..STOPP KAWAN!! Bukan waktunya lagi kita untuk istirahat, bekal sebaik-baiknya adalah amal kebaikan yang kita tanam didunia dan kita petih buahnya diakhirat.Terus kapan kita harus istirahat??Ketika kaki-kaki kita menginjakan jannahnya.